Berita UtamaInforial

Napolleon: Jangan Bikin Rusak Rumah Sendiri

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pelaksanaan pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di 9 Kabupaten/Kota  di Papua Barat yang tinggal menghitung hari. Hari-hari tersisa itu harus menjadi tahapan refleksi bagi setiap pemangku kepentingan dan masyarakat untuk menjaga tanah dan bumi Papua Barat agar tetap aman dan damai.

“Papua Barat dan Manokwari adalah rumah kita. Jangan bikin rusak rumah kita sendiri,” ujar Ketua Gerakan Rakyat Cinta NKRI Papua Barat Napoleon Fakdawer kepada Papua Barat News di Manokwari, Senin (30/11/2020).

Menurut dia, momentum Pilkada merupakan momentum kebangkitan politik di daerah. Setiap warga masyarakat menggunakan hak politik untuk menentukan siapa pemimpin yang diyakini mampu membawa perubahan bagi kehidupan seluruh masyarakat serta daerah menjadi lebih baik. Oleh karena itu, sudah seharusnya  momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengawali perubahan dan tolak ukur perjalanan lima tahun ke depan.

“Jadi momentum ini harus jadi barometer perjalanan lima tahun ke depan. Kalau rumah ini kita rusak dari awal maka ke depannya kita butuh waktu khusus untuk memperbaikinya,” kata dia.

Dia mengatakan, untuk mewujudkan sebuah awal yang baik maka perlu adanya sinergitas dan kerjasama yang baik antara seluruh pemangku kepentingan. Kerjasama ini bisa menjamin berkurangnya potensi pelanggaran Pilkada serta kerawanan yang terjadi pada saat pencoblosan.

“Bukan hanya tanggung jawab penyelenggara saja tetapi juga kita semua sebagai masyarakat. Terutama Paslon dan para tim pemenang,”

Dirinya menyampaikan, keterlibatan masyarakat dalam membantu penyelenggara melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pencoblosan merupakan sebuah tindakan yang sangat dibutuhkan demi menyukseskan demokrasi. Oleh karena itu, masyarakat harus mampu menginformasikan kepada pihak yang berwenang apabila menemui adanya dugaan pelanggaran Pilkada di lapangan.

“Terutama pelanggaran di TPS. Jangan kita mendukung adanya pelanggaran atau menjadi penyebab terjadinya pelanggaran itu. Manokwari ini rumah kita. Jangan bikin rusak kita punya rumah sendiri,” tegasnya lagi.

Hal senada disampaikan Ketua DPW Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia Papua Barat Ayub Msiren. Dia mengatakan, tugas mewujudkan Pilkada yang aman dan damai merupakan tugas seluruh komponen masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi yang masif kepada masyarakat untuk membantu tugas penyelenggara pilkada maupun kepolisian dalam mengamankan Pilkada.

“Jadi tugas mengamankan Pilkada itu menjadi tanggung jawab kita semua. Bukan hanya aparat kepolisian saja,” ungkapnya.

Dia lalu mengingatkan, masyarakat hendaknya mampu bersikap bijak dalam memilih pemimpin daerah untuk 5 tahun ke depan dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang menyesatkan. Apalagi isu tersebut tidak berasal dari sumber yang terpercaya dan berpotensi merusak persatuan dan kesatuan masyarakat sendiri.

“Jangan jadikan Manokwari sebagai daerah rawan. Tapi harus mampu membalikkan predikat dari rawan menjadi aman,” tutup Ayub. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Selasa 1 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.