Berita Utama

Nasib Koalisi Perubahan Setelah Johnny Plate Ditahan

JAKARTA – Surya Paloh merespons penetapan tersangka terhadap Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate dengan mengumpulkan semua pengurus pusat Partai NasDem di NasDem Tower, kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu siang lalu. Ketua Umum Partai NasDem itu membahas kasus hukum Plate sekaligus sikap NasDem terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo ataupun nasib Koalisi Perubahan.

Dua anggota pengurus Partai NasDem yang mengetahui rapat ini mengatakan, dalam pertemuan itu, Paloh mengungkapkan keterkejutannya atas penetapan tersangka terhadap Plate tersebut. “Meski sudah menyiapkan kemungkinan pengumuman penetapan tersangka itu terjadi, tapi tak ada yang menduga bakal secepat ini,” kata anggota pengurus NasDem ini, Kamis (18/5/2023), dilansir Tempo.

Ia menyebutkan, dalam pertemuan yang turut dihadiri Anies Baswedan—calon presiden dari NasDem—itu, muncul dugaan bahwa penetapan tersangka terhadap Plate bukan urusan hukum semata. Mereka menduga NasDem sudah dikerjai pihak tertentu dengan penetapan tersangka tersebut. Apalagi, NasDem memilih berbeda sikap dengan Presiden Joko Widodo dalam urusan pencalonan presiden 2024. NasDem mengusung Anies sebagai calon presiden 2024 sejak Oktober lalu. Sedangkan Jokowi mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden.

NasDem lantas membentuk Koalisi Perubahan bersama Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera untuk mengusung Anies. Kedua partai ini berada di luar pemerintahan Jokowi. Berbeda dengan NasDem yang menjadi pendukung pemerintahan Jokowi sejak 2014.

“Kalaupun ini perkara hukum, kenapa tidak semua pihak yang terlibat dari partai lain turut diusut?” kata anggota pengurus pusat NasDem lainnya.

Dalam pertemuan itu, juga muncul berbagai pertanyaan di balik penetapan tersangka terhadap Plate. Mereka menyoal penetapan tersangka terhadap Plate yang baru diumumkan sekarang. Padahal Kejaksaan Agung sudah menetapkan lima tersangka kasus korupsi pengadaan base transceiver station (BTS) 4G ini sejak November tahun lalu. Salah satunya adalah Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), badan layanan umum di Kementerian Komunikasi, Anang Achmad Latif.

Seusai pertemuan tersebut, Surya Paloh meminta Kejaksaan Agung mengusut tuntas kasus korupsi pengadaan menara BTS tersebut tanpa pandang bulu. “Tanpa ada lex specialis dalam pengertian privilese si A boleh diperiksa, si C tidak boleh diperiksa,” kata Paloh saat menggelar konferensi pers di kantornya, Rabu malam lalu.

Ia juga meminta proses hukum perkara rasuah ini berjalan transparan. Dia pun mendukung kejaksaan menelusuri aliran dana dari kasus korupsi tersebut.

Paloh juga menyampaikan keprihatinannya jika ternyata Kejaksaan Agung tidak menemukan bukti signifikan yang memberatkan Plate sehingga ditetapkan sebagai tersangka. “Terlalu mahal dia (Plate) untuk diborgol dalam kapasitas dirinya sebagai menteri dan sekretaris jenderal partai,” katanya.

Wakil Ketua Umum NasDem, Ahmad Ali, yang dimintai konfirmasi, menjelaskan bahwa memang muncul persepsi publik bahwa kasus Plate ini bukan urusan hukum semata. Namun penetapan tersangka terhadap Plate seolah-olah merupakan manuver politik pihak tertentu untuk menggembosi NasDem.

“Tapi NasDem melihat segala sesuatu melalui proses hukumnya sehingga kami menghargai betul penegakan hukum yang berkeadilan,” kata Ali. Ia melanjutkan, partainya justru berharap kejaksaan menuntaskan konstruksi hukum kasus korupsi menara BTS tersebut.

Dua hari lalu, Kejaksaan Agung mengumumkan penetapan tersangka terhadap Plate. Ia disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memperkirakan kerugian keuangan negara akibat korupsi proyek BTS 4G ini mencapai Rp 8,03 triliun. Hitungan kerugian negara proyek bernilai Rp 28,3 triliun ini berasal dari tiga aspek. Pertama, biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan penyusunan kajian pendukung. Kedua, peningkatan harga barang yang tidak wajar alias mark-up. Terakhir, adanya pembayaran proyek ke rekanan padahal menara belum terbangun.

Nasib Koalisi Perubahan

Seorang anggota pengurus NasDem mengatakan, dalam pertemuan di NasDem Tower tersebut, Surya Paloh juga menyinggung dampak penetapan tersangka Plate terhadap elektabilitas Anies Baswedan. Anies merupakan calon presiden 2024 yang diusung NasDem bersama Demokrat dan PKS. Koalisi ketiga partai ini sudah memenuhi ambang batas pencalonan presiden. Jika salah satu partai keluar dari Koalisi Perubahan, gabungan dua partai tak lagi mencukupi presidential threshold.

Dalam pertemuan yang dihadiri Anies itu, kata anggota pengurus NasDem ini, peserta rapat mengusulkan agar diadakan pertemuan tim kecil Koalisi Perubahan. Tim kecil itu yang selama ini membahas strategi koalisi, pemenangan Anies, hingga kriteria kandidat calon wakil presiden Anies. Namun pertemuan tim kecil Koalisi Perubahan ini tak terealisasi karena perwakilan Partai Demokrat dan PKS tidak siap menghadiri kegiatan secara mendadak serta sudah larut malam.

Seusai pertemuan, Paloh mengakui penetapan tersangka Plate bakal mempengaruhi persepsi publik terhadap Anies. “Ya, kawan-kawan tahu itu. Sebenarnya pertanyaan Anda bisa (saya) jawab, pengaruh pasti ada,” kata Paloh.

Di sela-sela pertemuan Milad ke-21 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Yogyakarta, Kamis 18 Mei 2023, Anies Baswedan mengatakan penetapan tersangka dan penahanan Johnny Plate oleh Kejaksaan Agung justru menjadi cambuk bagi koalisi pengusungnya untuk lebih bersemangat dalam memenangkan Pilpres 2024.

“Jadi kami akan jalan terus, semua akan berjalan sesuai dengan rencana, tidak ada perubahan, tidak ada perlambatan, jadi koalisinya solid,” ujar Anies

Ahmad Ali menambahkan Koalisi Perubahan tetap solid mengusung Anies, meski Plate ditetapkan sebagai tersangka. Juru bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, dan Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, juga menguatkan pernyataan Ali.

Herzaky mengatakan kasus Plate tak akan mempengaruhi sikap Demokrat di Koalisi Perubahan. Ia juga berharap kasus korupsi menara BTS itu diusut tuntas, transparan, dan tanpa tebang pilih.

Adapun Ahmad Syaikhu menegaskan, Koalisi Perubahan akan tetap berfokus pada Pemilu 2024 dan memenangkan Anies sebagai presiden. “Koalisi Perubahan tetap solid dan tetap berfokus pada proses pemenangan calon presiden Anies Baswedan,” kata Syaikhu.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah, berpendapat bahwa status Plate sebagai tersangka kasus korupsi sudah menjadi realitas hukum. Hanya, penetapan Plate sebagai tersangka kasus korupsi menjadi sorotan karena saat ini sudah memasuki tahapan Pemilu 2024. Lalu NasDem berbeda sikap dengan Presiden Jokowi dalam urusan calon presiden.

Selain itu, penetapan tersangka terhadap Plate ini terjadi saat hubungan NasDem dan Jokowi berada di titik terendah. Dalam beberapa kesempatan, Surya Paloh menyatakan siap berseberangan sikap dengan pemerintah dalam urusan pencalonan presiden. Lalu Presiden Jokowi, kata Dedi, pasti sangat terganggu oleh sikap NasDem di Koalisi Perubahan tersebut. “Tidak mungkin seorang menteri ditetapkan sebagai tersangka tanpa sepengetahuan presiden. Artinya, Jokowi sudah tahu sejak awal,” kata Dedi. (TEM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.