2010 Lolos Seleksi, SK CPNS Tak Kunjung Diterima

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Setelah 10 tahun tidak mendapatkan kepastian dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Manokwari soal statusnya, Deborah Zeth Natalia Selly, seorang peserta yang lolos seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Manokwari tahun 2010, akhirnya angkat bicara.

Pengumuman hasil seleksi CPNSD Kabupaten Manokwari tahun 2010 terpampang di Harian Media Papua. Peserta yang lulus diminta untuk segera melengkapi berkas.

“Setelah dinyatakan lulus, kami lalu melengkapi berkas sesuai mekanisme yang ada,” ujarnya kepada sejumlah wartawan di Manokwari, Jumat (28/8/2020) pekan lalu.

Setelah menunggu selama lebih dari satu tahun, dia lalu dipanggil untuk mengikuti Pra Jabatan yang dilaksanakan di aula BLK Manokwari. Kegiatan Pra Jabatan itu berlangsung pada Desember 2012.

“Bahkan saya dipercayakan menjadi wakil ketua senat pada saat Pra Jabatan tersebut,” lanjut dia.

Sayangnya, setelah dinyatakan lulus dan mengikuti pra jabatan hingga saat ini, Natalia tidak pernah menerima satu pun haknya sama sekali. Hak-hak tersebut diantaranya: SK CPNS, Sertifikat Pra Jabatan, SK PNS, bahkan hak gaji yang harus dibayar oleh pemerintah.

“Pada saat penyerahan SK PNS oleh Sekda waktu itu Pak Lalenoh, saya yang mewakili teman-teman menerimanya secara simbolis,” kata Natalia.

Dia menjelaskan, dirinya sudah berulang-ulang kali melakukan konsultasi ke Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Manokwari, Anton Renyaan. Konsultasi dilakukan untuk mengetahui alasan dirinya tidak mendapatkan hak sebagaimana teman-temannya yang lain. Konsultasi juga dilakukan untuk menanyakan kejelasan statusnya. Akan tetapi tidak pernah mendapatkan jawaban yang pasti.

“Saya sampai bosan ke sana. Hampir setiap tahun saya pergi untuk menanyakan kejelasan status saya. Tapi tidak ada jawaban yang pasti. Saya juga malu dengan teman-teman saya waktu pra jabatan yang sekarang bekerja di sana,” lanjut Natalia.

Dia menuturkan, apabila sejak awal pihak BKD menyampaikan secara jelas tentang alasan dirinya tidak menerima hak-hak sesuai ketentuan, maka dia tentu tidak akan lagi mempersoalkan hal itu. Karena dia akan berusaha mencari pekerjaan lain yang mungkin bisa membutuhkan keahliannya.

“Hanya karena saya masih menunggu jawaban dari BKD, maka saya tidak mencari pekerjaan lain,” terang dia.

Setelah sekian tahun terus menanyakan kasus tersebut kepada BKD, Natalia kemudian memutuskan untuk berhenti berharap. Dia juga tidak pernah menceritakan apa yang dialaminya tersebut kepada siapa pun karena masih menaruh rasa hormat dan menjaga nama baik lembaga BKD.

Akan tetapi, setelah muncul persoalan pengumuman hasil seleksi CPNSD tahun 2018 yang diumumkan beberapa waktu lalu, dia lantas mengunggah persoalan yang menimpa dirinya tersebut ke akun media sosial miliknya. Unggahan tersebut mendapat respon dari banyak pihak dan menyarankan dia untuk melaporkan kepada pihak berwajib.

“Saya terpaksa menyampaikan ini karena saya tidak ingin ada korban lain yang bakal mengalami nasib seperti saya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BKD Kabupaten Manokwari, Anton Renyaan ketika hendak dikonfirmasi Papua Barat News di kantornya, Senin (31/8/2020) sedang tidak berada di tempat. (PB25)

**Artikel ini sudah terbit di Harian Papua Barat News, edisi Selasa 1 September 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: