Ombudsman Pertanyakan Metode Pengawasan Satgas

MANOKWARI, papuabaratnews.coOmbudsman Provinsi Papua Barat kembali mempertanyakan metode pengawasan sekaligus pengobatan yang dilakukan oleh Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Manokwari terhadap sejumlah pasien yang melakukan isolasi mandiri.

“Bagaimana mekanisme pengawasan yang dilakukan pihak Satgas terhadap keberadaan mereka?” tanya Kepala Kantor Ombudsman Papua Barat Musa Yoseph Sombuk, Sabtu (7/11/2020).

Menurut dia pemberlakuan isolasi mandiri di rumah tidak memberikan jaminan terhadap penerapan protokol kesehatan bagi pasien, seluruh keluarga dan masyarakat sekitar. Sebab pengawasan tidak berjalan sebagaimana mestinya dari Satgas Covid-19 seperti pasien yang berada di fasilitas karantina.

“Di mana mereka berada dan bagaimana kedisiplinan mereka dalam menjalankan protokol kesehatan? Bagaimana perlindungan yang dilakukan terhadap orang rumah?” tanya Musa.

Satgas, kata dia, perlu menginformasikan kepada masyarakat di sekitar tempat tinggal pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah agar lebih waspada dan ikut melakukan pengawasan terhadap pasien tersebut. Jika tidak ada pengawasan yang serius, maka upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Manokwari sulit tercapai sesuai ekspektasi bersama.

“Jadi tetangga di sekitar juga harus mendapatkan informasi tentang keberadaan pasien tersebut. Nah siapa yang bertugas menyampaikan itu,” tegas dia.

Musa kemudian meminta kepada Satgas Penanganan Covid-19 untuk selalu memberikan informasi kepada masyarakat mengenai peta spasial atau lokasi karantina mandiri yang dijalani oleh pasien terkonfirmasi positif. Tujuannya adalah masyarakat dapat mengetahui perkembangan penularan Covid-19 secara baik.

“Demikian juga dengan karantina terpusat, layanan dan pembiayaannya,” tutup Musa.

Perlu diketahui akumulasi pasien terkonfirmasi positif di Kabupaten Manokwari per 8 November 2020 sebanyak 1.021 orang. Dari jumlah tersebut, ada 724 atau 70,9 persen telah dinyatakan sembuh, sementara yang masih dalam perawatan medis ada 279 dan 18 orang meninggal dunia.

Sedangkan, jumlah orang yang telah diperiksa untuk mendeteksi penyebaran virus korona sebanyak 5.398 orang. Dari jumlah itu, ada 4377 dinyatakan negatif dan 1.021 terkonfirmasi positif.(PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 9 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: