Berita UtamaInforialPOLITIK & HUKUM

Operasi Lilin Mansinam 2020, Polda Papua Barat Fokus Awasi Penerapan Prokes Covid-19

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Polda Papua Barat menyiagakan 1.281 personil dalam Operasi Lilin Mansinam 2020. Operasi dalam rangka mengamankan jalannya perayaan Natal 2020 dan Tahun baru 2021 itu, akan dilaksanakan selama 15 hari kedepan, terhitung sejak 21 Desember hingga 4 Januari 2021.

Dalam pengerahan pasukan di Operasi Lilin Mansinam 2020, Polda Papua Barat bersama unsur dari TNI maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat, akan fokus mengawasi penerapan Protokol Kesehatan Covid-19.

Kapolda Papua Barat Inspektur Jenderal Tornagogo Sihombing mengatakan dalam operasi kali ini pihaknya lebih mengutamakan tindakan preemtif dan preventif secara humanis bagi pelanggar protokol kesehatan. Sebab menurut Kapolda, untuk mencegah penularan Covid-19, maka protokol kesehatan wajib ditegakkan.

“Untuk Papua Barat, dalam operasi ini kita dibantu 713 personil gabungan TNI dan instansi terkait. Total pos sebanyak 42 yang terdiri dari 22 pos pengamanan, 19 pos pelayanan dan satu pos terpadu,” kata Kapolda kepada wartawan usai melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Lilin Mansinam 2020 di Mapolda Papua Barat, Manokwari, Senin pagi (21/12/2020).

Dijelaskan, apel gelar pasukan itu dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Lilin 2020. Dalam praktiknya, pengamanan perayaan Natal akan dipusatkan pada tempat-tempat ibadah, sedangkan pengamanan perayaan pergantian tahun akan berpusat pada tempat-tempat wisata.

Menurut Kapolda, sejumlah lokasi itu berpotensi meningkatkan aktivitas kerumunan masyarakat yang berpotensi memunculkan gangguan Kamtibmas dan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

Untuk itu, fokus utama dalam operasi kali ini adalah pencegahan penularan Covid- 19. Sebab, pengamanan dalam operasi ini, menurut Kapolda, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ancaman nyata yang dihadapi saat ini ialah pandemi Covid-19. Dengan demikian, orientasi dalam operasi ini ialah keselamatan kesehatan masyarakat Papua Barat.

“Ini sudah kita koordinasikan dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 untuk diperhatikan. Kita juga akan menyiapkan masker buat masyarakat. Jadi tidak ada alasan untuk tidak menggunakan masker. Covid-19 tidak memandang orang, siapa pun bisa terjangkit,” kata Kapolda.

Operasi Lilin 2020 digelar serentak seluruh Indonesia. Secara keseluruhan, Polri menyiapkan 83.917 personil, 15.842 personil TNI, dan 55.086 personil gabungan yang terdiri dari berbagai instansi terkait, seperti Basarnas dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP).

Tugas utama seluruh personil itu, ialah mengamankan Kamtibmas dan memberikan pelayanan serta kemudahan pada masyarakat dipusat keramaian, seperti bandara, pelabuhan dan terminal penumpang angkutan darat.

Hal berbeda dari pengamanan tahun ini adalah penegakan disiplin protokol kesehatan. Untuk wilayah Papua Barat, khususnya Manokwari, tidak akan diterapkan denda administrasi berupa uang sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Gubernur perihal penegakan hukum bagi pelanggar protokol kesehatan.

“Kita sudah koordinasikan dengan pihak Satpol-PP, karena itu kewenangan mereka, intinya kita tidak akan terapkan denda. Untuk itu, dibutuhkan kesadaran dan kerjasama masyarakat, memang tidak enak menggunakan masker, tetapi lebih tidak enak lagi jika terjangkit,” kata Kapolda.

Cegah Penularan saat Perayaan Natal

Sementara itu, hampir semua gereja di Manokwari, termasuk di Keuskupan Manokwari-Sorong, sedang melakukan persiapan untuk misa malam Natal dan Natal. Rata-rata gereja Katolik di Keuskupan Manokwari-Sorong menggelar misa malam Natal dan Natal baik secara tatap muka dengan jumlah umat yang hadir hanya 25 persen dari kapasitas gereja maupun melalui dalam jaringan live streaming Youtube.

Uskup Manokwari-Sorong Monsinyur Hilarion Datus Lega melalui Kebijakan Pastoral Terkait Pencegahan Covid-19 Liturgi Perayaan Natal 2020 mengajak seluruh umat, khususnya umat Katolik, untuk sungguh bertanggung jawab dan berkomitmen untuk terus mencegah penularan Covid-19 selama perayaan Natal.

”Sambil menyadari kerinduan umat untuk secara langsung merayakan ekaristi bersama imam sebagaimana biasanya sebelum Covid-19, saya harus menegaskan bersama ini agar kita tetap mematuhi protokol kesehatan, yang pada intinya menghindari kerumunan massa,” ujarnya.

Untuk itu, umat Katolik terus diingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum selesai. Oleh karena itu, Uskup Manokwari-Sorong mengimbau para pastor dan umat mematuhi disiplin protokol kesehatan Covid-19.

“Kita boleh merayakan ekaristi Natal, namun dengan mematuhi ketentuan protokol kesehatan: menjaga jarak aman, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan hand-sanitizer.”

“Juga adalah penting bahwa sesudah perayaan ekaristi Natal, umat tidak diperkenankan berkerumun atau bergerombol di luar gedung gereja,” lanjutnya.

Menurut Monsinyur Datus Lega, di masa pandemi atau adaptasi normal baru ini, hendaknya Natal dirayakan secara sederhana.

”Kemeriahan sejati perayaan itu tidak terletak pada lagu-lagu yang dinyanyikan atau dekorasi lahiriah, tetapi justru bagaimana sikap batin dalam menyambut kelahiran Yesus Kristus, Sabda Allah yang menjadi manusia bagi keselamatan seluruh umat manusia,” ujarnya. (PB13/PB1)

**Berita ini telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 22 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.