Berita UtamaInforial

Papua Barat Komitmen Tekan Kasus Stunting

MANOKWARI, papuabaratnews.co Pemerintah Provinsi Papua Barat berkomitmen untuk dapat menekan angka kasus gizi buruk atau stunting secara terintegrasi di 13 kabupaten/kota.

“Semua kabupaten/kota sekarang ditetapkan sebagai lokus penanganan stunting,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan, saat dikonfirmasi Papua Barat News di Manokwari, Selasa (15/12/2020).

Dijelaskan ada sejumlah faktor penyebab stunting meliputi kurangnya asupan gizi pada balita, pengetahuan ibu yang masih minim, terbatasnya akses layanan kesehatan, sanitasi yang buruk, kurang tersedianya air bersih serta kemiskinan.

“Mungkin juga ada penyakit. Jadi serapan gizi tidak berjalan dengan baik, sehingga berdampak ke pertumbuhan balita,” jelas otto.

Strategi yang ditempuh dalam melakukan percepatan penanganan stunting meliputi identifikasi sebaran kasus, meningkatkan pelaksanaan intervensi gizi, melibatkan peran pemerintah desa, menyiapkan SDM yang membantu pemerintah desa dalam pelaksanaan intervensi gizi terintegrasi, menyiapkan pengelolaan data stunting dan cakupan intervensi di tingkat kabupaten/kota.

Otto melanjutkan masalah stunting banyak ditemui di kawasan pedalaman. Dengan demikian, metode penangan melibatkan tenaga medis yang bertugas pada seluruh Puskesmas di Provinsi Papua Barat.

“Karena kasus ini bukan hanya satu dua kabupaten, tetapi hampir semua kabupaten/kota,” ujar dia.

Dia menjelaskan ada dua pola intervensi gizi untuk mempercepat penanganan stunting yakni intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif.

Untuk intervensi gizi spesifik yang dilakukan oleh petugas medis meliputi pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil, tablet tambah darah guna mencegah anemia pada ibu hamil, ASI eksklusif, rutin imunisasi, pemberian garam beryodium dan menyarankan ibu hamil agar tetap menjaga kebersihan.

Dikatakannya, penanganan masalah stunting juga membutuhkan peran lintas sektor yang masuk dalam upaya intervensi gizi sensitif. Contohnya, penyaluran bantuan rastra, ketahanan pangan, pembangunan rumah layak huni, penyediaan akses air bersih dan sanitasi, kualitas pendidikan dan kesehatan, bantuan sosial dan adanya Jaminan Kesehatan Nasional.

“Semua sektor berperan, lembaga masyarakat dan lainnya. Karena ada faktor penyebabnya itu kemiskinan dan lainnya,” kata Otto.

Dia berharap berbagai program penanganan stunting ini bisa berjalan optimal, sehingga Papua Barat bebas dari kasus stunting.

Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI) Papua Barat Edi Sunandar menuturkan terlaksananya lima pilar dalam program sanitasi berdampak langsung pada turunnya angka stunting dan gizi buruk. Sebab, kualitas lingkungan yang baik menjadi faktor utama tercapainya kualitas kesehatan masyarakat.

“Dari hasil riset, lingkungan sangat berpengaruh terhadap masalah kesehatan terutama bayi dan anak-anak,” ujar Edi.

Lima pilar yang dimaksud adalah, mengajarkan masyarakat agar tidak membuang air besar sembarangan, membiasakan masyarakat untuk selalu mencuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum di rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Akan tetapi, percepatan pembangunan kualitas sanitasi masih menghadapi tantangan. Program tersebut merupakan metode pendekatan dalam mengubah perilaku melalui pemberdayaan masyarakat di setiap kabupaten/kota.

“Salah satu tupoksi yang harus dikerjakan teman-teman sanitarian itu ada lima pilar,” kata Edi.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat menggambarkan kasus stunting terbanyak ada di Kabupaten Tambrauw sebanyak 54,29%, Kabupaten Sorong Selatan 39,95%, Kabupaten Raja Ampat 35,19%, Fakfak 28,54%, Kabupaten Maybrat 26,91%, Teluk Wondama 26,70%, Kabupaten Kaimana 22,35%, Kabupaten Sorong 18,14%, Pegunungan Arfak 17,59%, Manokwari 14,89%, Teluk Bintuni 13,46%, Kota Sorong 13,35% dan Manokwari Selatan 10,35%.(PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 16 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.