Papua Barat Target 50 Persen Vaksinasi Tercapai Agustus

MANOKWARI, PB News – Pemerintah Provinsi Papua Barat terus menggencarkan vaksinasi Covid-19 di wilayah setempat. Pemberian vaksin dosis pertama maupun kedua, ditargetkan mencapai 50 persen dari 797.402 sasaran, pada Agustus 2021 ini.
Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Otto Parorongan mengatakan, percepatan vaksinasi membutuhkan dukungan dari seluruh lembaga baik pemerintah maupun swasta. Supaya, cakupan vaksinasi terus meningkat dalam durasi waktu yang tidak terlalu lama.
“Sesuai arahan Gubernur, semua Forkopimda akan bagi tugas untuk vaksinasi,” kata Otto saat dikonfirmasi Papua Barat News, Jumat pekan lalu.
Ia melanjutkan, dari 13 kabupaten/kota di Papua Barat, hanya Kabupaten Pegunungan Arfak masih sangat rendah cakupan vaksinasinya.
Sehingga, pemerintah provinsi akan menggandeng tokoh agama dan tokoh adat dalam menyosialisasikan manfaat vaksinasi.
“Selain itu Polda Papua Barat dan Kodam Kasuari juga akan bantu kita supaya vaksinasi di Pegaf bisa berjalan. Bapak Gubernur sudah minta bantu,” jelas Otto.
Hingga 21 Agustus 2021, kata dia, cakupan vaksinasi untuk dosis pertama mencapai 23,8 persen atau sekitar 189.413 jiwa dari total sasaran. Jumlah ini tersebar di 13 kabupaten/kota antara lain;
Kabupaten Manokwari sebanyak 54.543 jiwa (41,1% dari target sasaran), Fakfak 14.270 jiwa (25,0% dari target), Teluk Wondama 6.867 jiwa (24,6% dari target), Raja Ampat 10.462 jiwa (24,3% dari target), Kota Sorong 49.318 jiwa (24,2% dari target), Manokwari Selatan 6.086 jiwa (23,9% dari target), Kabupaten Sorong mencapai 18.191 jiwa (21,6% dari target), Kaimana 9.257 jiwa (21,4% dari target), Teluk Bintuni 12.098 jiwa (19,5% dari target), Sorong Selatan 5.924 jiwa (16,3% dari target), Maybrat 1.530 jiwa (4,8% dari target), Tambrauw 754 jiwa (3,8%) dan Pegunungan Arfak hanya 113 jiwa (0,4%).
“Sedangkan dosis kedua baru menyentuh 13,4 persen atau 106.539 jiwa,” jelas Otto.
Dia merincikan, pemberian vaksin dosis kedua ini meliputi, Manokwari sebanyak 33.373 jiwa (25,1% dari target), Teluk Wondama 3.937 jiwa (14,1% dari target), Kota Sorong 27.231 jiwa (13,4% dari target), Fakfak 7.344 jiwa (12,9% dari target), Kaimana 5.578 jiwa (12,9% dari target), Manokwari Selatan 3.284 jiwa (12,9% dari target), Kabupaten Sorong 10.363 jiwa (12,3% dari target), Raja Ampat 4.514 jiwa (10,5% dari target), Teluk Bintuni 5.984 jiwa (9,6%), Sorong Selatan 3.371 jiwa (9,3% dari target), Maybrat 1.218 jiwa (3,8% dari target), Tambrauw 275 jiwa (1,4% dari target) dan Pegunungan Arfak hanya 67 jiwa (0,2% dari target).
Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua Barat dr Arnold Tiniap menjelaskan, vaksinasi massal bertujuan membentuk imunitas kelompok. Sehingga, penularan virus korona perlahan-lahan dapat ditekan.
“70 persen harus divaksinasi dulu,” ujar dia.
Ada dua metode mencapai imunitas kelompok. Yaitu melalui vaksinasi massal dan membiarkan masyarakat terpapar secara alami.
“Kalau biarkan terpapar itu tidak etis, makanya divaksinasi,” pungkas Arnold.(PB15)

“Berita ini telah terbit di Harian Papua Barat News edisi Senin 23 Agustus 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: