Berita UtamaInforialPOLITIK & HUKUM

Papua Barat Zona Merah Peredaran Narkoba

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Provinsi Papua Barat dan Papua masuk dalam kategori zona merah peredaran gelap Narkotika dan Obat-obatan terlarang (Narkoba). Akumulasi peredaran gelap Narkoba untuk dua provinsi itu, bahkan bisa mencapai satu ton dalam kurun waktu satu tahun.

“Sabu yang kita tangkap memang sedikit, tapi selama setahun itu jumlahnya jika diakumulasikan, dari dua provinsi (Papua Barat dan Papua), totalnya mencapai satu ton,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pencegahan (Kabid P2M) Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua Barat Indah Perwitasari kepada Papua Barat News di Manokwari, Selasa (2/1/2021).

Menurutnya, permintaan akan Narkoba yang terus meningkat berawal dari perkembangan suatu daerah dan bertambahnya jumlah penduduk. Keadaan ini diperparah dengan harga Narkoba, misalnya jenis Sabu-sabu yang tergolong mahal.

“Harga Sabu itu mahal, disini harganya Rp3 juta per gram. Itu yang memotivasi para bandar dan kurir untuk menggelapkan atau mengedarkan Narkoba di wilayah Papua. Parahnya, Narkoba dengan sebegitu mudahnya masuk ke wilayah kita, dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh aparat penegak hukum,” kata Perwitasari.

Dijelaskannya, peredaran Narkoba akan sulit untuk diminimalisir selama proteksi pada daerah-daerah rawan, seperti pelabuhan dan bandar udara masih tidak memadai, seperti kelengkapan alat pemindai Narkoba. Kota Sorong misalnya, yang merupakan pintu gerbang masuk menuju Papua Barat, tidak dilengkapi dengan alat pemindai dan bahkan tidak memiliki anjing pelacak.

Parahnya, di setiap pelabuhan dan bandar udara pun masih banyak petugas yang belum mendapat pelatihan atau menguasai cara membaca warna dari Narkoba melalui alat pemindai. Menurut Perwitasari, pembaruan kekurangan-kekurangan tersebut perlu untuk dirubah, sesegera mungkin.

“Pelabuhan belum dilengkapi alat pemindai atau X-ray, maka dengan mudah sekali Narkoba masuk. Parahnya, petugas pun belum terlatih membaca warna,” ujar Perwitasari.

“Wilayah Sorong misalnya, kasus peredaran Narkoba di Kota Sorong itu sangat tinggi. Pintu gerbang ini yang menjadikan Papua Barat dan Papua menjadi daerah merah di pusat,” katanya lagi.

Terpisah, Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor mengaku, kondisi pelabuhan yang kurang memadai dalam pencegahan peredaran Narkoba, akan dikoordinasikan secara intens bersama pemerintah daerah, terutama menyangkut ketersediaan X-ray.

“Kita akan coba koordinasikan itu kepada pemerintah daerah. Intinya akan kita upayakan, karena pada prinsipnya, DPR akan membantu apa yang sudah menjadi tugas Legislatif. Saya pikir itu yang paling penting,” kata Wonggor.

Rehabilitasi

Kondisi nyata yang dialami Papua Barat dalam penyalahgunaan Narkoba saat ini, ialah yang terjadi pada anak-anak usia produktif. Menurut Wonggor, hal tersebut jika dibiarkan akan berpengaruh pada tatanan hidup bermasyarakat. Untuk itu, Ia berjanji mendorong pemerintah daerah untuk membangun rumah rehabilitasi khusus bagi para pecandu Narkoba.

“Anak-anak muda Papua banyak yang terjerumus jerat Narkoba. Pemerintah daerah tidak boleh diam. Ini persoalan krusial yang nyata terjadi di wilayah kita, jadi dalam mengatasinya tentu perlu upaya nyata,” ujar Wonggor.

“Kita akan kawal sampai pemerintah adakan tempat rehabilitasi,” katanya lagi.

Pasal 54 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menyebutkan, pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Sedangkan, Pasal 55 ayat (1) mengatur, bahwa Orangtua atau Wali dari pecandu Narkotika yang belum cukup umur, wajib melapor demi mendapatkan rehabilitasi.

Pasal itu berbunyi, “Orangtua atau wali dari pecandu Narkotika yang belum cukup umur wajib melaporkan kepada pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial”. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 3 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.