Berita Utama

Para Dokter Pertanyakan Langkah BGSi Ambil Genom

JAKARTA – Presidium Dokter Indonesia Bersatu, Agung Sapta Adi, mempertanyakan langkah BGSi mengambil genom manusia di tujuh rumah sakit pemerintah tersebut. “Sampai saat ini pemerintah tidak terbuka. Apakah sampelnya sudah diambil?” kata Agung.

Ia menegaskan, pengambilan data genom tersebut wajib mendapat persetujuan peserta sequencing terlebih dahulu. Selain itu, Agung menyoal keamanan informasi genetik tersebut. Apalagi sistem penyelenggaraan data di Indonesia masih rentan dengan pencurian.

Agung sekaligus mencontohkan kerja sama antara pihak Amerika Serikat dan Indonesia dalam riset penyakit menular, belasan tahun lalu. Belakangan kerja sama itu dihentikan karena dianggap mengganggu kedaulatan negara.

Meski kerja sama itu sudah dihentikan, ia mendapat informasi bahwa kerja sama kedua pihak masih berlanjut. Indikasinya, adanya Indonesia Reasearch Infectious Disease (Ina-Respond), yaitu kemitraan Indonesia-Amerika dalam riset penyakit infeksi.

Kerja sama ini dikuatkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/248/2017 tentang Tim Penelitian Penyakit Menular Indonesia (Ina Respond). Tim ini bertugas selama tiga tahun, dari 1 Februari 2017 hingga 31 Desember 2019.

Dikutip dari website Ina Respond, Ina-respond.net, disebutkan bahwa lembaga ini sudah melakukan penelitian klinis sejak 2011. Mereka meneliti penyakit malaria, flu burung, demam berdarah, AIDS, tuberkulosis, dan penyakit infeksi terabaikan. (TEM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.