Berita Utama

Pasangan Ganjar-Ridwan Kamil Menguat

JAKARTA – Nama Ridwan Kamil menguat sebagai pasangan dari bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo. Mantan gubernur Jawa Barat tersebut bahkan dikabarkan telah bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ridwan Kamil pada pekan lalu bahkan menyebut akan ada breaking news pada pekan ini.

Politikus PDIP Aria Bima mengatakan, salah satu kriteria bakal cawapres untuk Ganjar adalah mampu meningkatkan elektoralnya. Ia tak membantah, nama Ridwan Kamil kini dipertimbangkan sebagai pendamping Ganjar.

“Bahwa Pak Ridwan Kamil memberikan dukungan yang cukup kuat di Jawa Barat tentu itu menjadi faktor pertimbangan. Kita tidak mengingkari itu bahwa kriteria dalam kaitan elektoral itu diperhitungkan,” ujar Aria Bima di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (12/9/2023), dilansir Republika.

Jika kubu pengusung Ganjar benar akan memilih Ridwan Kamil, Aria Bima menilai tak akan ada komunikasi yang sulit dengan Partai Golkar. Pasalnya, Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pernah bertemu dan membentuk tim kecil untuk membahas peluang kerja sama pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Ia sendiri tak menutup pintu mengenai peluang Partai Golkar bergabung dalam kubu pengusungan Ganjar. Namun, di satu sisi, partai berlambang pohon beringin itu sudah mendeklarasikan diri untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai bakal capres.

“Soal merapat-merapat itu, kalau Bu Mega bicara soal dansa-dansa politik, ini kan akan terus berlangsung sampai pasangan diserahkan kepada KPU. Tapi, inilah satu proses yang sangat bagus, bahwa antartokoh, partai politik melakukan berbagai musyawarah, mengomunikasikan berbagai artikulasi-artikulasi kepentingan rakyat,” ujar Aria Bima.

Namun, Aria Bima mengatakan, empat partai politik pengusung Ganjar Pranowo masih terus membahas bakal cawapres mantan gubernur Jawa Tengah itu. Selain Ridwan Kamil, nama lain yang beredar saat ini adalah Sandiaga Salahuddin Uno dan Mahfud MD.

“Penguatan suara itu juga menjadi indikator seseorang bisa menjadi pasangan Pak Ganjar, tapi bukan satu-satunya. Karena ini bekerja sama atau tidak untuk Indonesia maju ke depan, ini yang lebih penting,” ujar Aria Bima.

Kendati demikian, PDIP bersama rekan partai politik pengusung Ganjar tak ingin terlalu mengikuti keributan yang terjadi di publik terkait nama cawapres. Ia hanya memastikan seluruh ketua umum akan selalu berdiskusi dan pada akhirnya lewat musyawarah mufakat akan menentukan nama tersebut.

“Ini kan bicara soal bagaimana fungsi peran capres-cawapres ke depan dan siapa pun yang nanti disepakati partai-partai pengusung harus bisa memahami. Karena itu adalah rasionalitas pasangan ke depan,” ujar wakil ketua Komisi VI DPR itu. (REP)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.