Berita Utama

Pelaksanaan PSU di Manokwari Berjalan Aman

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang berlangsung di 16 TPS di Distrik Manokwari Barat, Rabu (16/12/2020), berlangsung aman dan damai.

PSU tersebut dilaksanakan sesuai rekomendasi yang diberikan oleh Panwas Distrik Manokwari Barat akibat adanya kesalahan prosedur dalam pelaksanaan pemungutan suara pada Pilkada Serentak 9 Desember 2020 lalu.

Pantauan Papua Barat News di TPS 11 yang ada di RT/01, RW/05 Kawasan Fanindi Dalam, Kelurahan Manokwari Barat, para warga pemilih secara bergelombang mendatangi TPS untuk memberikan suara. Meskipun ada sejumlah warga yang mengeluh karena harus melakukan pencoblosan ulang.

Penerapan protokol kesehatan terpantau berjalan sesuai prosedur sebagaimana diatur oleh KPU melalui 12 komponen. Semua komponen tersebut lengkap tersedia di TPS. Para petugas KPPS menyiapkan tempat cuci tangan di luar TPS. Setiap masyarakat pemilih yang datang diharuskan mencuci tangan sebelum masuk ke TPS dan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. Pemilih juga dilengkapi dengan sarung tangan sejak berada di luar TPS. Setelah melakukan pencoblosan dan memasukkan surat suara ke kotak suara, di jari setiap pemilih diteteskan tinta oleh petugas KPPS sebagai tanda telah mencoblos.

Komisioner KPU Manokwari, Herry Lolo yang ditemui di lokasi mengatakan, pelaksanaan PSU secara umum di seluruh TPS berjalan dengan baik. Pihaknya juga sudah menjalankan tugas untuk mempersiapkan segala sesuatu berkaitan dengan pelaksanaan PSU dimaksud.

“Memang tadi pagi masih ada beberapa  hal teknis yang masih kurang. Misalnya tinta tetes. Tapi sudah kami lengkapi,” ujarnya.

Dia menyampaikan, kesalahan prosedural yang dilakukan oleh satuan kerjanya di lapangan pada Pilkada serentak lalu menjadi catatan serius dalam pelaksanaan PSU tersebut. Hal itu dilakukan agar tidak lagi menimbulkan kesalah yang sama.

“Jadi semua warga pemilih yang datang wajib menunjukkan KTP elektronik sebagai syarat memilih dan namanya tertera di DPT,” kata dia.

Disampaikannya, setelah PSU selesai dilaksanakan, pihaknya akan segera menjalankan perhitungan suara di TPS kemudian dilanjutkan dengan pleno tingkat Distrik. Kotak Suara dan surat suara hasil pemilihan di TPS langsung diangkut ke kantor Distrik untuk kemudian direkap.

“Karena berdasarkan kesepakatan dalam pleno rekapitulasi kemarin, untuk Distrik Manokwari Barat kita lakukan pleno sore nanti (kemarin sore, red),” tutur Herry.

Akan tetapi, lanjut dia, apabila proses perhitungan suara di TPS dan tingkat Distrik berjalan lebih lama dari target maka Pleno di tingkat Kabupaten juga akan ditunda ke pada hari ini.

“Ini karena sesuai dengan jadwal tahapan, batas akhir rapat pleno di tingkat Kabupaten sampai dengan hari ini, 17 Desember 2020,” tutup dia.

Sementara itu, KPU Papua Barat juga mengawal pelaksanaan PSU di 16 TPS di Manokwari.

“Secara umum PSU di Manokwari berjalan lancar, meskipun ada beberapa hal terjadi, tapi intinya semua berjalan lancar. Total 16 TPS di Manokwari yang melaksanakan PSU,” kata Komisioner KPU Papua Barat, Fatmawati.

Ia mengutarakan pada PSU itu pemilih menjadi perhatian serius KPU, bahwa hanya mereka yang masuk dalam DPT di TPS setempat yang bisa melakukan pencoblosan.

“Termasuk pemilih pindahan serta pemilih tambahan atau DPTB yang telah terdaftar pada 9 Desember lalu di TPS yang sekarang melaksanakan PSU. Mereka yang boleh mencoblos,” katanya menambahkan.

Pemantauan juga untuk memastikan bahwa pemilih yang datang ke TPS membawa formulir C6 atau undangan serta KTP. Sehingga pemilih yang menyalurkan hak suaranya pada PSU ini benar-benar sesuai ketentuan.

Fatmawati menyebutkan, ada beberapa kabupaten di Papua Barat yang melaksanakan PSU. PSU terbanyak berada di Kabupaten Manokwari.

“Di Sorong Selatan ada satu TPS, Teluk Wondama juga satu dan PSU sudah terlaksana dengan lancar. Hari ini Manokwari, mudah-mudahan juga lancar sampai selesai,” ujarnya lagi.

Sedangkan rekomendasi PSU untuk satu TPS di Kabupaten Raja Ampat saat ini masih dikoordinasikan. Begitu pula PSU dua TPS di Kabupaten Teluk Bintuni.

Fatmawati menambahkan semua daerah yang melaksanakan PSU menjadi perhatian serius KPU Papua Barat. Tim supervisi telah diutus untuk mengawal seluruh daerah tersebut.

Adapun Pilkada serentak di Papua Barat digelar di 9 daerah yakni Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Fakfak, Raja Ampat dan Sorong Selatan.

“Secara keseluruhan ada 21 rekomendasi PSU yang dikeluarkan Bawaslu. Itu tersebar di beberapa kabupaten, terbanyak di Manokwari 16 TPS,” kata Anggota Bawaslu Papua Barat Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi, Muhammad Nazil Hilmi pada kesempatan sebelumnya. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 17 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.