Pelaku Penyerangan Kabinda Papua Tewas Tertembak

JAYAPURA – Dua anggota kelompok kriminal bersenjata, yakni Luki Murib dan Badaki Kogoya, tewas dalam kontak tembak dengan anggota Satuan Tugas Penegakan Hukum Damai Cartenz pada Sabtu (23/4/2022) di Kampung Eromaga, Kabupaten Puncak, Papua. Salah satu pelaku diduga terlibat dalam penyerangan terhadap Kepala Badan Intelijen Negara (Kabinda) Papua pada 2021.

Wakil Kepala Operasi Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Damai Cartenz Komisaris Besar Faizal Ramadhani, Senin (25/4/2022), membenarkan informasi tertembaknya kedua anggota KKB itu. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIT.

Ia memaparkan, kontak tembak dipicu anggota KKB yang terlebih dahulu menyerang anggota satgas ketika melewati daerah Eromaga. Saat itu, anggota satgas sedang menyelidiki peristiwa pembakaran 15 rumah warga pada 6-7 April. Upaya penegakan hukum dipimpin langsung oleh Kepala Satgas Gakkum Damai Cartenz Kombes Gatot Suprasetya.

”Pihak kerabat telah memakamkan jenazah Luki dan Badaki secara tradisional. Jenazah kedua anggota KKB tersebut dibakar sesuai adat istiadat masyarakat setempat,” kata Faizal.

Ia menuturkan, Luki termasuk anggota elite KKB yang diduga terlibat dalam sejumlah kasus kekerasan di Kabupaten Puncak selama beberapa tahun terakhir. Salah satunya, ia diduga terlibat kasus pembakaran tiga rumah guru di Kampung Dambet, Distrik Beoga, pada 17 April 2021.

Kasus lainnya adalah penyerangan terhadap anggota Satgas Kodim dari Batalyon Infanteri Raider 408/Suhbrastha di Pos Koramil Distrik Gome pada 27 Januari 2022. Tiga anggota TNI gugur dan satu anggota lainnya luka berat dalam dua insiden serangan di Pos Koramil Gome.

Luki juga diduga terlibat dalam aksi penyerangan yang menyebabkan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua Mayor Jenderal (Anumerta) I Gusti Putu Dani Nugraha gugur di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, pada 25 April 2021.

”Total sudah tiga anggota KKB yang tewas akibat kontak tembak dengan anggota kami. Sebelumnya, kami juga melumpuhkan salah satu pelaku penyerangan Kabinda Papua bernama Toni Tabuni pada 29 Maret 2022,” ujar Faisal yang juga menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua.

Dalam empat bulan terakhir, kontak tembak antara aparat keamanan dan KKB terus terjadi. Konflik tersebut menyebabkan enam anggota TNI dan dua anggota KKB tewas. Selain itu, 14 anggota TNI, 2 anggota Polri, dan seorang anggota KKB terluka.

Juru bicara Jaringan Damai Papua Yan Christmas Warinussy mengatakan, pihaknya menyerukan semua yang terlibat konflik bersenjata menghentikan kekerasan di tanah Papua. Sebab, konflik ini juga berdampak pada masyarakat setempat.

Ia berharap ada solusi dialog antara para pihak yang bertikai selama ini, baik secara formal maupun informal. Dialog untuk mencapai kesepakatan damai dapat dilakukan di mana pun, baik di dalam maupun luar Papua.

”Presiden Joko Widodo seyogianya dapat memulai proses jeda konflik demi kemanusiaan atau disebut humanitarian pause. Upaya ini demi terbukanya akses pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat di wilayah-wilayah konflik,” kata Yan. (KOM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: