Berita UtamaInforial

Pelaporan Data Covid-19 Gunakan Sistem Elektronik

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pelaporan data harian kasus Coronavirus Disease (Covid-19) dari daerah telah menggunakan sistem elektronik (online) yang terkoneksi dengan Kementerian Kesehatan di Jakarta. Untuk Provinsi Papua Barat, implementasi pelaporan menggunakan sistem tersebut baru dimulai sejak 10 November 2020.

“Sekarang ini pelaporan data kasus harian sudah tidak lagi dikirim dengan cara manual,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat Arnold Taniap di Manokwari, Rabu (18/11/2020).

Dengan adanya sistem itu, kata Arnold, perkembangan data harian Covid-19 langsung terpantau dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Kesehatan. Data yang diinput pun harus detail, agar dapat terkirim.

“Jadi provinsi tidak lagi menunggu pengiriman laporan dari kabupaten/kota, tapi datanya bisa diakses langsung di sistem itu,” terang Arnold.

Akan tetapi, sistem pelaporan menggunakan sistem elektronik belum seluruhnya diterapkan oleh tim Satgas Covid-19 yang berada di 12 kabupaten dan 1 kota. Karena, terkendala dengan ketersediaan tenaga operator yang memahami sistem tersebut. Selain itu, kualitas jaringan internet di beberapa kabupaten belum memadai.

“Teman-teman di kabupaten juga belum terlalu familiar dengan sistem baru. Sehingga, ada beberapa hari itu tidak ada laporan kasus yang positif,” ucap Jubir.

Dia menuturkan, penyajian data harian kasus Covid-19 menggunakan sistem elektronik sudah dikomunikasikan dengan tim surveilans di Provinsi Papua Barat. Dengan tujuan agar dapat mengatasi masalah yang dialami terkait keterbatasan SDM.

“Orang yang nantinya ditempatkan jadi operator itu siap full time. Dia tidak boleh merangkap pekerjaan sebagai perawat atau dokter,” tutur dia.

Sehingga, tim surveilans Provinsi Papua Barat mengusulkan agar provinsi untuk sementara menyiapkan tenaga operator yang mahir dalam  penggunaan sistem elektronik pelaporan data Covid-19 guna ditempatkan di 12 kabupaten dan 1 kota. Sedangkan daerah yang koneksi jaringan internet masih terkendala seperti Kabupaten Maybrat dan Tambrauw, disarankan agar datanya diinput melalui Kota Sorong. Sama halnya juga Kabupaten Pegunungan Arfak, akan diinput melalui Kabupaten Manokwari.

“Rencananya dalam waktu dekat ini kami akan kirim orang ke daerah,” kata dia.

Dilansir dari laman Kemenkes, penggunaan sistem pelaporan data Covid-19 secara elektronik berlaku sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yaitu Aplikasi Online All Record TC-19 (https://allrecord-tc19.kemkes.go.id) dan Sistem Online Pelaporan Harian Covid-19 (https://s.id/laporhariancovid).

Fungsi utama pelaporan harian adalah sebagai alat monitoring dan evaluasi manajemen surveilans dan penghitung indikator epidemiologi di wilayah kabupaten/kota. Sehingga bagi kabupaten/kota yang sudah mencapai target kelengkapan 80 persen dapat memanfaatkan data pada sistem online untuk menilai indikator epidemiologi perkembangan kasus Covid-19 secara cepat dan tepat, dalam rangka upaya pengendalian di wilayah masing-masing.

Pelapor pada sistem pelaporan harian ini adalah Dinas Kesehatan kabupaten/kota oleh petugas yang sudah ditunjuk sebagai penanggung jawab (PJ) data. Sementara Dinas Kesehatan provinsi dan Kementerian Kesehatan berperan sebagai supervisor dan verifikator data.

Sistem online pelaporan harian Covid-19 telah disosialisasikan kepada Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota pada 22-24 Juli 2020, dan sudah dimulai serempak per 1 Agustus 2020 untuk seluruh provinsi. (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 19 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.