Peletakan Batu Pertama Pembanguan Gereja Terapkan Protokol Kesehatan

RANSIKI, papuabaratnews.co – Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran, melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Pantekosta di Tanah Papua (GPdP) Jemaat Bukit Sion Aibone di Ransiki, Jumat (3/7/2020).

Acara yang juga dihadiri sejumlah pejabat daerah setempat, antara lain Sekda Hengky Veki Tewu dan Asisten II Setda Mansel Jan Adiri Mandowen, menerapkan disiplin protokol kesehatan Covid-19.

Pantauan Koran ini, pihak panitia mewajibkan semua tamu undangan dan jemaat yang hadir dalam acara tersebut wajib mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, pengukuran suhu tubuh dengan thermoscan, dan menjaga jarak fisik dengan mengatur jarak kursi bagi semua yang hadir.

Penerapan disiplin protokol kesehatan ini dalam rangka mendukung kebijakan tatanan kenormalan baru (new normal), yang sudah dimulai di Kabupaten Manokwari Selatan, sejak 22 Juni 2020 lalu.

Bupati Markus Waran yang datang ke lokasi acara didampingi Asisten II Setda Mansel, Jan Adiri Mandowen terlihat mengikuti semua protokol kesehatan yang disiapkan oleh pihak panitia.

Saat datang di pintu masuk lokasi acara, tamu dan undangan dibagikan masker, mengukur suhu tubuh dengan thermoscan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Momi Waren, dan selanjutnya mencuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer.

Ketua Komisi B DPRD Manokwari Selatan, Yohanis Inyomusi yang hadir dalam acara itu mengapresiasi penerapan disiplin protokol kesehatan yang disiapkan pihak panitia yang bekerjasama dengan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manokwari Selatan.

“Kesadaran masyarakat untuk mengenakan masker dan protokol kesehatan lainnya sudah mulai terlihat. Tinggal perlu memperluas sosialisasinya kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan disiplin protokol kesehatan seperti itu dapat dijadikan contoh dalam kegiatan-kegiatan lain dan masyarakat di daerah itu.

Dengan ketatnya penerapan protokol kesehatan secara disiplin, maka dia meyakini akan membantu pemerintah daerah dalam mempercepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Manokwari Selatan.

Tanggapan positif juga datang dari warga Ransiki, V. Nenu. Menurut Nenu, kesiapan pihak panitia untuk melaksanakan disiplin protokol kesehatan perlu diapresiasi dan menjadi contoh bagi masyarakat lain.

“Ini sudah sangat bagus. Bagi saya kesadaran masyarakat sudah mulai terlihat, ini juga karena upaya yang terus menerus dari pemerintahan untuk melakukan sosialisasi,” terangnya.

Guru salah satu sekolah di Ransiki itu mengatakan, upaya bersama dalam memerangi pandemik Covid-19, tidak lain bertujuan untuk menstabilkan kembali perekonomian, sosial, dan sektor pembangunan lainnya.

“Terpenting, jangan sedikitpun abai terhadap penerapan protokol kesehatan. Kita ingin agar roda perekonomian daerah bisa kembali pulih, seraya memulihkan diri kita dari pandemi ini,” pungkasnya. (PB24)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: