Pelni Berlakukan Rapid Test Antigen

MANOKWARI, papuabaratnews.co – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) sudah memberlakukan penggunaan hasil tes rapid antigen bagi calon penumpang kapal Pelni.

Kepala Cabang PT Pelni Manokwari Djunaidi Idrus menegaskan peraturan tersebut dilakukan sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Papua Barat Nomor 443/24/GPB/2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Covid-19 di Provinsi Papua Barat. Surat edaran tersebut dikeluarkan oleh Gubernur Papua Barat, pada 11 Januari 2021.

“Baik yang keluar dari Manokwari maupun yang masuk ke Manokwari wajib menunjukkan bukti rapid test antigen yang sampelnya diambil 2×24 jam sebelum keberangkatan,” ujarnya kepada Papua Barat News di Manokwari, Selasa (19/1/2021).

“Kami mulai berlakukan ketentuan tersebut sejak dikeluarkannya Surat Edaran Gubernur Papua Barat itu,” katanya lagi.

Menurut dia, apabila pasien yang sudah membeli tiket diketahui memiliki gejala yang mengarah pada kondisi tertular Covid-19 pada saat pemeriksaan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) maka calon penumpang yang bersangkutan dibatalkan pelayarannya. Langkah selanjutnya adalah yang bersangkutan diarahkan untuk menjalankan tes diagnosis RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

“Jadi calon penumpang yang bersangkutan wajib mematuhi ketentuan ini,” terang dia.

Dia menuturkan, selain penerapan syarat bepergian sebagaimana diatur dalam SE Gubernur, pihaknya juga terus memperhatikan protokol kesehatan bagi calon penumpang dalam hal pembelian tiket di kantor PT Pelni Manokwari. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan kantor dan juga sebagai upaya membatasi meluasnya penularan di kalangan para calon penumpang.

“Protokol kesehatan ini sangat penting. Yang harus dipatuhi calon penumpang adalah menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Itu yang kami terapkan dalam setiap pelayanan kami,” sebut Djunaidi.

Dia mengatakan, sebagai langkah antisipasi lainnya, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak armada Kapal yang hendak keluar maupun masuk ke pelabuhan Manokwari untuk mengecek kondisi penumpang. Apabila ada penumpang yang mengalami sakit di dalam kapal, maka harus segera ditindaklanjuti pada klinik yang sudah disiapkan di kapal.

“Begitu juga kalau ada penumpang yang mengalami gejala tertular virus. Segera dilakukan isolasi di dalam kapal dan diinformasikan kepada kami sehingga bisa diantisipasi pada saat turun dari kapal,” lanjut dia.

Djunaidi menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum membatasi rute pelayaran kapal yang melayani keberangkatan penumpang keluar Manokwari dan yang hendak masuk ke Manokwari. Pihaknya masih menunggu adanya kebijakan dari pemerintah daerah tentang adanya larangan atau pembatasan pelayaran bagi sarana transportasi yang dimilikinya.

“Sampai saat ini, seluruh pelayaran masih berjalan normal. Hanya saja protokol kesehatannya kita perketat,” pungkasnya. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 20 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: