Berita Utama

Peluang Ganjar Setelah PSI Tarik Dukungan

JAKARTA – Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai pendukung Ganjar Pranowo bakal bertambah dari kalangan umat Islam ketika Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tak menyokong Gubernur Jawa Tengah itu sebagai calon presiden 2024. Sebab, selama ini terbangun opini publik bahwa PSI resistan terhadap umat Islam. “Sikap agresif PSI dinilai merugikan Ganjar, terutama dari persepsi di kalangan umat Islam jika didukung PSI,” kata Adi, Rabu (23/8/2023).

Di samping itu, kata dia, kader dan akar rumput PSI belum tentu sepenuhnya ikut mengalihkan dukungan dari Ganjar kepada Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra. Adi memprediksi akar rumput partai yang berdiri pada 2014 ini justru cenderung memilih Ganjar.

Adi melihat keputusan PSI membatalkan dukungan kepada Ganjar lebih banyak dipengaruhi oleh faktor hubungan partai dengan PDI Perjuangan yang kerap memanas. “Posisi PSI ini rumit. Sama Ganjar tak ada soal, tapi komunikasi politiknya dengan PDIP sering memanas,” ujar Adi.

Faktor lainnya, menurut Adi, sikap PSI merapat ke Prabowo ini menjadi isyarat dukungan Presiden Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2024. “Sikap PSI yang menerima Prabowo saat ini dapat saja dikaitkan dengan perintah Jokowi,” katanya.

Di acara kopi darat nasional PSI di Tenis Indoor, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa malam lalu, Wakil Ketua Umum Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, menyampaikan perubahan sikap PSI dalam pemilihan presiden. Atas masukan 38 pengurus wilayah partai itu, kata Grace, PSI mengevaluasi kembali dukungan kepada Ganjar.

Selanjutnya, PSI akan kembali menyerap aspirasi masyarakat tentang kandidat calon presiden. Ada dua kandidat presiden yang bakal dipilih, yaitu Ganjar dan Prabowo. Jika tidak memilih satu dari keduanya, PSI akan menghadapi Pemilu 2024 tanpa mendukung pasangan calon presiden.

Grace melanjutkan, kandidat calon presiden yang didukung PSI juga sangat tergantung calon wakil presiden yang mendampinginya. Sebab, dukungan PSI bisa jadi karena faktor figur calon wakil presiden tersebut.

Sikap PSI ini sekaligus membatalkan putusan mereka yang mendeklarasikan dukungan kepada Ganjar pada Oktober tahun lalu. Saat itu, lewat rembuk nasional, PSI memutuskan mendukung Ganjar sebagai calon presiden dan Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid sebagai calon wakil presiden.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menduga pergeseran sikap PSI ini dipengaruhi oleh arah sikap politik Presiden Jokowi. Apalagi PSI menegaskan akan tegak lurus dengan pilihan Jokowi dalam urusan calon presiden.

Meski begitu, Dedi berpendapat, perubahan sikap PSI ini tidak akan menurunkan elektabilitas Ganjar. Sebab, PSI, kata dia, tidak mempunyai basis massa yang loyal seperti PDI Perjuangan. “Dukungan PSI baik kepada Ganjar maupun Prabowo tidak akan berdampak untuk mendongkrak suara,” kata Dedi.

Dedi mengatakan sejumlah kader PSI justru menentang sikap tersebut. Ia mencontohkan sikap Mohamad Guntur Romli yang mendeklarasikan mundur dari PSI sejak partainya menerima kunjungan Prabowo pada 2 Agustus lalu. Belakangan diketahui bahwa Guntur masuk daftar calon anggota legislatif PDI Perjuangan. Ia tercatat di daerah pemilihan Jawa Timur III nomor urut 2. (TEM)

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.