Berita Utama

Pemalsuan Kode HS adalah Modus Umum Impor Komoditas

JAKARTA – Direktur Eksekutif Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS), Yusuf Wibisono, mengatakan modus pemalsuan kode HS dalam impor komoditas memang rawan terjadi. Tak hanya dalam impor emas, tapi juga komoditas lain, seperti baja dan nikel.

“Modus ini adalah cara paling sederhana untuk menghindari beban bea masuk impor,” kata Yusuf Wibisono di Jakarta, Senin (8/5/2023).

Pengalihan kode HS ini pun merupakan bentuk tindakan penghindaran dalam perdagangan internasional yang merugikan negara importir dari hilangnya pendapatan bea impor.

“Kasus ini sudah marak terjadi sejak lama. Seharusnya pola-pola seperti ini tidak dibiarkan hingga terulang dengan nilai impor yang sangat fantastis,” ujarnya.

Terlebih, Yusuf melanjutkan, kerugian negara yang ditimbulkan juga tidak sedikit. Ia memperkirakan nilainya mencapai lebih dari Rp 10 triliun untuk total transaksi impor emas tak kena pajak yang tercatat dalam enam tahun terakhir.

“Kuat dugaan, pengalihan kode HS terjadi bukan dilakukan di negara eksportir, tapi di Indonesia. Itu sulit terjadi tanpa keterlibatan pihak-pihak terkait, terutama Ditjen Bea-Cukai,” kata Yusuf Wibisono. (ANT)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.