Pemanfaatan Lahan Sawah Belum Optimal

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Provinsi Papua Barat baru memanfaatkan sekitar 3000 hektar lahan sawah untuk masa tanam padi sekali dan dua kali dalam setahun dari potensi lahan seluas 11.545 hektar.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Yacob Fonataba belum optimalnya pemanfaatan lahan sawah itu mengakibatkan produksi padi yang dihasilkan petani di daerah ini belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Papua Barat. Padahal wilayah Papua Barat sangat potensial untuk pengembangan padi sawah.

Saat ini, kata dia, jumlah penduduk Papua Barat hampir satu juta jiwa dengan tingkat kebutuhan akan pangan sekitar 6.333 ton lebih per kapita per bulan atau 76.000 ton lebih per tahun.

Dari tingkat kebutuhan pangan tersebut, sebanyak 75 persen masih dipasok dari luar Papua Barat. Karena itu, pihaknya tengah berusaha untuk mengembangkan persawahan di 11 kabupaten, dengan luas lahan terbesar di wilayah Kabupaten Manokwari yang mencapai 1.443 hektar dan Manokwari Selatan mencapai 635 hektar. Sementara 922 hektar tersebar di 10 daerah lainnya, kecuali Kabupaten Pegunungan Arfak.

Dia mengatakan, kapasitas produksi padi per hektar saat ini rata-rata lima ton dan masih bisa ditingkatkan, jika modal usaha pertani ditingkatkan, penggunaan teknologi pertanian, ketersediaan pupuk, harga jual memadai, irigasi yang lebih baik dan ketersediaan obat-obatan pemberantas hama.

“Jika dirata-ratakan maka produksi padi yang dihasilkan per hektare sebanyak lima ton, dan jika dikalikan 3.000 hektar menjadi 15.000 ton gabah kering panen,” teranganya.

Jacob menyebutkan, jika potensi lahan sawah seluas 11.545 seluruhnya ditanami padi, maka produksi di Papua Barat satu musim tanam mencapai 57.725 ton gabah kering. Jika dikonfrensi menjadi beras sebanyak 35.789,5 ton dalam satu musim tanam.

“Apabila dua kali musim tanam dalam setahun makan produksi beras mencapai 70.000 ton setiap tahun. Jumlah ini hampir memenuhi kebutuhan beras di daerah ini,” jelasnya.

Perkuat ketahanan pangan lokal

Sementara itu, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak masyarakat memperkuat ketahanan pangan lokal dengan rajin menanam semua jenis tanaman pangan guna mengantisipasi kemungkinan pandemi Covid-19 berkepanjangan.
“Saya mengajak kita semua untuk menanam berbagai tanaman pangan. Apakah di pekarangan rumah atau di lahan pertanian dan persawahan. Covid-19 membuat daerah di Jawa dan Sumatera mengalami kekurangan hasil pertanian, jadi pasokan ke kita (Papua Barat) juga berkurang. Karena itu, kita harus rajin menanam,”ajak Gubernur Mandacan.

Dia mengatakan, tidak harus padi, tetapi juga tanaman lokal yang sudah biasa dikonsumsi seperti keladi, ubi, pisang dan juga berbagai jenis palawija.

Gubernur mengatakan, pertanian menjadi program strategis yang mendapat perhatian pemerintah provinsi, karena potensi sumber daya alamnya memadai untuk pengembangan tanaman pangan, termasuk padi sawah. (PB19)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: