Berita Utama

Pembakar Kantor Distrik dan Sekolah di Fakfak Terafiliasi dengan KKB

MANOKWARI – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Barat Inspektur Jenderal Polisi Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan pelaku pembakaran fasilitas publik berupa kantor distrik dan sekolah di Kabupaten Fakfak berafiliasi dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“Sebagian pelaku berafiliasi dengan KKB,” kata Daniel Silitonga di Markas Polda Papua Barat, Manokwari, Senin (4/9/2023).

Ia menjelaskan bahwa kepolisian terus melakukan penyelidikan sebab keterangan yang diberikan oleh 80 saksi kurang kooperatif dan sering berubah-ubah.

Meski demikian, kepolisian telah memperoleh pengakuan dari tiga tersangka yang ditangkap pada Kamis (31/8) pekan lalu terkait motif pembakaran dan penganiayaan hingga menewaskan Kepala Distrik Kramomongga.

“Begitu ada tersangka yang ditangkap, semua tutup mulut. Tapi keterangan tersangka, mereka tidak setuju dengan NKRI,” jelas Kapolda.

Ia menerangkan hasil pemeriksaan terhadap tiga tersangka juga terungkap bahwa pembakaran fasilitas publik merupakan satu rangkaian yang direncanakan kelompok tersebut.

Pembakaran fasilitas publik yang dimaksud adalah Kantor Distrik Kramomongga, gedung SMP Negeri 4 Kokas, Kantor Distrik Fakfak Tengah, serta penganiayaan kepala distrik hingga tewas.

“Kami masih lakukan pendalaman sehingga pengakuan mereka akan disesuaikan dengan fakta lapangan,” jelas dia.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Komisaris Besar Polisi Adam Erwindi menuturkan tiga tersangka yang telah ditangkap berinisial FK, VPK, dan TH.

Ketiganya ikut serta dalam aksi anarkis pembakaran kantor distrik, pembakaran panggung hiburan 17 Agustus, penganiayaan kepala distrik, dan pembakaran gedung SMP Negeri 4 Kokas

“Polisi sudah tetapkan tiga orang sebagai tersangka,” kata Adam Erwindi.

Ia menjelaskan tindak pidana secara bersama-sama yang mengakibatkan tewasnya kepala distrik, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 KUHP jo 338 KUHP jo Pasal 170 ayat (1) ke -3e KUHP dan Pasal 187 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHPidana telah ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Tim Direktorat Reskrimum Polda Papua Barat bersama jajaran Polres Fakfak terus mengoptimalkan proses penyelidikan agar seluruh pelaku terungkap.

“Ada 21 orang yang masuk dalam DPO (daftar pencarian orang),” tutur Adam Erwindi.

Menurut dia aksi anarkis yang terjadi di Kabupaten Fakfak menjadi atensi Kepala Polda Papua Barat Inspektur Jenderal Polisi Daniel Tahi Monang Silitonga.

Oleh sebabnya, Polda Papua Barat mempertebal pengamanan di Kabupaten Fakfak, guna mempersempit ruang gerak para pelaku.

“Kasus ini jadi atensi Kapolda supaya segera diungkap sampai tuntas,” jelas Adam Erwindi.

Ia mengimbau agar seluruh komponen masyarakat Fakfak yang mengetahui keberadaan pelaku, secepatnya menginformasikan kepada kepolisian melalui Call Center 110. (SWF)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: