Berita UtamaInforial

Pembangunan Sarana Pendidikan Dimulai dari Kota

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pembangunan dan pemenuhan sarana prasarana pendidikan harus dimulai dari kota ke kampung, karena barometer keberhasilan pendidikan berada di kota.

“Kita bikin contoh dulu di kota, baru bergerak ke pinggiran. Karena banyak anak dari desa yang menganggap pendidikan di kota lebih maju, sehingga mereka ramai datang untuk melanjutkan pendidikannya di kota,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Nelles Dowansiba, ketika berdialog dengan Anggota DPRD Manokwari dan Kepala SMPN 2 Manokwari, Jumat (3/7/2020).

Ia juga menuturkan, minimnya ketersediaan ruang belajar di beberapa sekolah negeri di Kota Manokwari mengakibatkan terbatasnya kuota penerimaan Peserta Didik Baru (PDB) setiap tahun.

“Setiap tahun, orangtua calon siswa selalu demonstrasi ke Dinas Pendidikan jadi harus segera ditangani,” kata dia.

Dalam kesempatan dialog tersebut, dirinya menyampaikan kepada DPRD Manokwari bahwa pihaknya akan mengajukan penambahan ruang belajar dan tenaga pengajar untuk beberapa sekolah negeri di Manokwari dalam APBD-Perubahan yang akan datang.

“Ada beberapa sekolah yang butuh tambahan ruangan belajar. Akan tetapi untuk saat ini kami prioritaskan untuk SMPN 2 dan SMPN 6 Sowi karena jumlah siswa yang baru masuk sudah mencapai 360 orang,” terang Nelles.

“Saya akan perintahkan kepada Kasubag Perencanaan untuk mengajukan masing-masing 2 unit ruang belajar untuk SMPN 2 dan SMPN 6. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan dukungan (DPRD Manokwari),” katanya menambahkan.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Manokwari Margareth Pondayar, mengatakan, tingginya animo masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke SMP 2 mengharuskan pihaknya untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam menghadapi persoalan overload atau kelebihan jumlah calon peserta didik tahun ajaran 2020/2021.

“Kalau bicara aturan, kita tetap patuh pada regulasi yang sudah diturunkan oleh pemerintah. Akan tetapi kalau bicara tentang hak anak negeri untuk memperoleh pendidikan, maka mau tidak mau kami siap untuk mengambil kebijakan sendiri,” ujarnya.

Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021, kata dia, kuota yang diterima hanya 210 peserta didik baru. Akan tetapi pihaknya sudah menerima sebanyak 260 orang atau penambahan 150 orang.

“Kalau kita kalkulasikan dengan jumlah ideal siswa per kelas sebanyak 30 orang, maka kami membutuhkan 5 ruang belajar baru untuk anak-anak ini. Dan itu akan kami siasati,” ucap Margareth.

Ia merasa sangat bersyukur karena dapat menyampaikan persoalan yang dialami kepada Plt Kepala Dinas Pendidikan dan anggota DPRD Manokwari dalam kesempatan tersebut. (PB25)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.