Berita Utama

Pembelajaran Tatap Muka Akan Dimulai Awal Tahun 2021

MANOKWARI, papuabaratnews.co Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manokwari Nelles Dowansiba, mengatakan pembelajaran tatap muka akan segara diterapkan pada awal tahun 2021. Dimana pihaknya telah menerima surat edaran dari empat menteri, kerja sama antara Kemendikbud, Kemendagri, Kemenkes dan Kemenag terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada awal Januari 2021.

“Awal semester genap tahun ajaran 2020/2021 pembelajaran tatap muka mulai dilaksanakan namun wajib menerapkan protokol kesehatan,” Jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (24/11/2020).

Dikatakan, pandemi Covid-19 membuat sekolah merasa jenuh dengan pelaksanaan pembelajaran daring maupun luring. Dimana hanya sekolah tertentu yang dapat melaksanakan during dan sekolah lainnya melakukan pembelajaran secara luring. Menurutnya, hal tersebut memberikan dampak terhadap keuangan sekolah dan lainnya.

Ia menegaskan, sekolah wajib menyiapkan fasilitas pendukung protokol kesehatan, yakni masker dan fasilitas cuci tangan. Sekolah juga disarankan untuk dapat membagi jumlah siswa disetiap pembelajaran tatap muka.

“Kepada semua sekolah di Kabupaten Manokwari bersiap-siap untuk mulai kembali normal tetapi protokol kesehatan harus diterapkan. Masker harus disiapkan, fasilitas cuci tangan, kebersihan sekolah harus dijaga supaya anak-anak dan guru-guru juga sehat sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan,” tegasnya.

“Tetap menjaga jarak, kalau jumlah siswa banyak maka sekolah dapat mengatur dan membagi, ada yang sekolah pagi dan ada yang sekolah siang, teknisnya ada di sekolah,” sambung Nelles.

Ia menjelaskan, pihaknya akan menyiapkan surat edaran menindaklanjuti surat edaran dari empat menteri tersebut ke setiap sekolah.

“Kita belum bisa berjalan normal. Kurikulumnya sudah ada, tetapi bagaimana anak-anak kita dapat menyerap materi. Itu tujuan utamanya ,” jelasnya.

Adapun terkait materi pembelajaran, ia menyarankan sekolah dapat lebih menyederhanakan materi sehingga dapat lebih mudah diserap oleh siswa. Mengingat meski pembelajaran dapat dilakukan secara tatap muka, namun belum sepenuhnya dapat berjalan normal, salah satunya waktu pembelajaran yang masih terbatas.

“Lebih baik anak-anak belajar sebentar tetapi banyak materi yang diserap, dari pada banyak materi tetapi yang diserap hanya sedikit. Untuk waktu kita belum berjalan normal, intinya guru bisa bertatap muka dengan siswa disekolah dan protokol kesehatan perlu dijaga dan diterapkan,” pungkas Nelles. (PB19)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Rabu 25 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.