Berita Utama

Pemberian POMP Filariasis Sudah Capai 85,76 Persen

MANOKWARI, papuabaratnews.co Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Marthen Rantetampang mengatakan, dalam rangka pencegahan penularan baru penyakit filariasis di Manokwari, tahun ini Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP) baru terealisasi sekitar 85,76 persen dari jumlah penduduk.

“Kita menargetkan sasaran untuk POMP sebanyak 145.262 jiwa dari jumlah penduduk Manokwari sebanyak 170.897 jiwa,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Marthen menjelaskan, kusus filariasis di Manokwari terbagi atas dua kasus, yakni kasus kronis dan kasus baru. Kasus baru kata Marthen yang artinya masih ada penularan, sedangkan kronis yaitu penyakit filariasis yang sudah lama dan proses penyembuhannya cukup sulit.

“Yang bisa dilakukan yaitu bagaimana merawat daerah-daerah tubuh yang terdampak terutama jika terdapat perlukaan. Adapun tindakan lainnya tetapi kemungkinan tidak bisa dilakukan di sini, harus dioperasi. Sebelumnya pernah ada kasus kronis di bagian skrotum dan berhasil dioperasi,” jelasnya saat ditemui belum lama ini.

Sementara itu, munculnya kasus baru, dapat disebabkan karena penderita tidak mengikuti pengobatan sehingga dapat berpotensi menularkan, mengingat faktor pembawanya adalah nyamuk.

Marthen mengatakan, dirinya belum dapat merincikan secara pasti terkait jumlah kasus baru, sementara ini pihaknya hanya memiliki data kasus kronis sebanyak 142 kasus yang tersebar di Manokwari, yakni Sidey, Masni, Tanah Rubuh, bahkan Maripi dan daerah di pesisir pantai lainnya.

“Untuk kasus baru, kantong-kantong filariasisnya didaerah-daerah yang berawa. Untuk kasus baru memang sesegera mungkin harus ditangani ketika ditemukan di layanan yang ada di puskesmas dan rumah sakit,” beber Marthen.

Lanjut Marthen, tahun depan Manokwari direncanakan masuk dalam penilaian pretest, guna menentukan daerah-daerah mana yang akan diperiksa sampel darahnya untuk memastikan apakah masih ada cacing-cacing filariasis didalam darah.

“Jika sudah tidak ada, akan dilakukan survey untuk memastikan bahwa Manokwari sudah bebas filariasis. Jadi ada tahapannya,” pungkasnya. (PB19)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 18 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.