Berita Utama

Pemda Harus Respon Persoalan Over Kapasitas Lapas

MANOKWARI, PB News – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua Barat Jhon Dimara, menilai kondisi over kapasitas ruangan tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Manokwari membutuhkan intervensi dari pemerintah daerah setempat untuk fasilitasi percepatan proses administrasi lahan baru lapas di daerah Andai, Distrik Manokwari Selatan. Jika dipending, maka akan menimbulkan hal-hal yang diluar dugaan seperti kaburnya belasan narapidana beberapa waktu lalu.

“Kalau menunggu APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) lagi pasti akan lama dan perlu proses yang panjang,” ucapnya, saat dikonfirmasi Papua Barat News, usai melakukan peninjauan langsung ke Lapas Manokwari bersama tim gabungan komisi DPRD Provinsi Papua Barat, Kamis (3/5/2018).

Dia menjelaskan, lapas menjadi rumah pembinaan mental bagi para narapidana selama menjalani masa hukuman. Untuk itu diperlukan sarana prasarana yang mendukung kegiatan pembinaan moralitas napi, sehingga tidak mengulangi tindakan kriminal apabila telah selesai menjalankan masa hukumannya.

Namun, dengan adanya kondisi lapas over kapasitas tersebut menimbulkan kegiatan pembinaan tidak berjalan maksimal.

“Pembinaan mental narapidana, jika ruangan pembinaan sudah dialihfungsikan menjadi tempat tidur napi maka kegiatan pembinaan tidak bisa dilakukan,” terang dia.

Dia berharap, Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari bisa berpartisipasi melakukan pembangunan lapas pada tahun anggaran 2019 mendatang, karena fisik lapas sekarang merupakan peninggalan dari Belanda.

“Bisa minta bantuan penganggaran di kabupaten/kota, sehingga bisa secepatnya dilakukan relokasi,” tutur dia.

Sementara itu, Kepala Lapas Manokwari Yosef B. Yambise, menjelaskan,  kondisi lapas saat ini diisi 318 warga binaan. Semestinya Lapas Kelas IIB dihuni oleh 120 warga binaan termasuk 24 orang warga binaan perempuan.

Sebelumnya, upaya relokasi belum bisa dilakukan lantaran masih dalam proses penyelesaian administrasi lahan. Pengajuan anggaran pembangunan ke pusat bisa dilakukan setelah legalitas lahan dituntaskan.

“Lapas Manokwari telah dihibahkan lahan seluas 15 Hektare di Andai, namun masih dalam proses surat tanah.

Telah diberitakan sebelumnya, sebanyak14 napi kabur dari Lapas Kelas II B Manokwari dengan cara menodongkan senjata tajam kepada petugas lapas, Minggu (22/4/2018). Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi mengatakan, peristiwa ini diketahuinya setelah mendapat laporan dari Kepala Lapas Kelas II B Manokwari Yosef Yembise, terkait adanya sejumlah napi menjebol pintu utama lalu melarikan diri dari lapas. “Jadi, Kalapas saat ini sedang berada di Jakarta, sedang mengantar narapidana kelas II B Manokwari mengikuti Festival Prison Art Indonesia di Jakarta,” ungkapnya. (PB9)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.