Berita UtamaEKONOMIInforial

Ekonom Junior : Pemda Harus Terapkan Lima Strategi Pemulihan Ekonomi

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Prospek perekonomian Provinsi Papua Barat tahun 2021 diprediksi membaik dari tahun 2019, meskipun masih dalam pandemi Covid-19.

Untuk itu, pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota diharapkan dapat bersinergi dalam menerapkan lima strategi reformasi struktural demi terakselerasinya pertumbuhan ekonomi Papua Barat tahun 2021 ini.

“Solusi lima rekomendasi itu memang harus dijalankan untuk meningkatkan ekonomi 2021,” ujar Ekonom Junior dari Bank Indonesia Provinsi Papua Barat Fauzan Rusli Pratama, saat dikonfirmasi melalui telephone selularnya, Minggu (17/1/2021).

Dia menjelaskan, strategi pertama adalah disiplin menerapkan aturan protokol kesehatan Covid-19 dan pemanfaatan vaksinasi.

Vaksinasi yang telah dimulai sejak 14 Januari 2021 secara tidak langsung akan meningkatkan optimisme masyarakat, yang kemudian berefek ke peningkatan aktivitas perekonomian di wilayah setempat.

“Keberhasilan vaksinasi ini memiliki multiplier effect yang besar menurut saya,” tutur dia.

Kemudian, strategi kedua adalah membangun dan menguatkan infrastruktur dasar seperti sektor energi, transportasi dan komunikasi agar dapat memberikan nilai tambah perekonomian Papua Barat.

Ketiga, perbaikan iklim investasi yang berbasis pariwisata, industri serta penerapan teknologi.

Membaiknya iklim investasi ini, disebabkan adanya optimisme dari implementasi Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020.

Keempat, peningkatan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang dapat diperbaharui seperti, perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan dan membangun industri hilirisasi pengolahannya. Sehingga memberikan nilai tambah yang tinggi dan penyerapan tenaga kerja

Dan, strategi kelima adalah memperkuat program bantuan sosial secara komprehensif bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

“Setelah perekonomian 2020 berada di level yang rendah karena Covid-19, tahun 2021 perekonomian Papua Barat kembali meningkat sejalan dengan perkiraan ekonomi nasional,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Nerwilis Badan Pusat Statistik Papua Barat Achmad Ali menuturkan, sinergitas dan kolaborasi kebijakan sangat diperlukan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua Barat.

Ada tiga unsur yang harus bersinergi yakni regulator atau pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, publik dan sektor swasta. “Ini mutlak diperlukan untuk menopang perekonomian Papua Barat,” jelas dia.

Diberitakan media ini sebelumnya, Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani menuturkan, seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Bank Indonesia sangat realistis dengan aspek keunggulan sumber daya alam di Papua Barat.

Dan, sesuai langkah pemerintah memulihkan kondisi perekonomian pascapandemi Covid-19.

“Semua rekomendasi itu penting dan patut menjadi pijakan pemerintah dalam merumuskan kebijakan,” kata dia.

“Supaya bisa keluar dari tekanan ekonomi akibat Covid-19,” kata Lakotani menambahkan.

Ia melanjutkan pemerintah pusat dan daerah terus memberi dukungan fiskal terhadap percepatan pemulihan ekonomi, termasuk dukungan pengendalian pandemi.

Kebijakan yang ditempuh pemerintah daerah, tidak terlepas dari peran Bank Indonesia dalam merekomendasikan berbagai strategi.

“Hal ini tentu sebagai pedoman dari langkah yang akan diambil guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Lakotani.

Sesuai dengan tema pertemuan tahunan Bank Indonesia yakni ‘Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi Papua Barat’ maka sinergi dan kolaborasi seluruh elemen menjadi sangat penting.

“Agar mampu memperkuat ketahanan ekonomi masa mendatang di tengah persaingan ekonomi global yang semakin kompetitif,” ucap Lakotani. (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 18 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.