Berita UtamaInforial

Pemerintah Diminta Serius Perbaiki Jalan Gunung Pasir

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Buruknya akses jalan dari Kabupaten Manokwari menuju Kabupaten Tambrauw melalui gunung pasir mendapat perhatian serius berbagai kalangan, termasuk tokoh  masyarakat adat di wilayah Kabupaten Tambrauw.

Kepala Suku Besar Mpur Provinsi Papua Barat, Hofni Ajoi, mengatakan, pengerjaan jalan gunung pasir berjalan lambat dan terkesan dibiarkan. Menurutnya, hal itu menjadi pemicu tidak terselesaikannya pekerjaan perbaikan jalan gunung pasir.

“Jalan ini merupakan jantung transportasi masyarakat Tambrauw, untuk membawa hasil kebunnya ke Manokwari. Jika terputus seperti saat ini, maka perekonomian warga mati,” ujarnya di Manokwari, Sabtu (10/10/2020).

Hofni lalu mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah, melalui Balai Pelaksanaan Jalan Wilayah VII Manokwari, untuk serius memperhatikan kondisi jalan yang rusak itu.

Dia mengutarakan, setiap tahun jalan gunung pasir ini memakan korban warga. Karena jalur jalan atas terputus sehingga menyebabkan potensi terjadinya kecelakaan sangat tinggi. Sementara jalan di bagian bawah juga beresiko terjadinya longsoran batu pada saat hujan. Kondisi ini akibat tanah yang labil sehingga berpotensi menimbulkan longsoran material tanah bercampur batu.

“Kami heran kondisi seperti ini sudah terjadi sejak 2016 sampai sekarang masih saja terjadi. Apakah pemerintah hendak mematikan kita masyarakat dengan membiarkan jalan rusak berat seperti itu,” urainya.

Dia berharap Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah VII memanggil dan mengevaluasi kinerja perusahaan pemenang tender pembangunan jalan gunung pasir itu. Evaluasi harus dilakukan dengan kontraktor pelaksana pekerjaan untuk mengetahui kondisi riil keadaan jalan gunung pasir. Setelah itu dipikirkan bersama  solusi alternatif yang dapat dilakukan sehingga akses jalan gunung pasir segera rampung.

“Kami minta Balai Jalan Nasional segera memanggil perusahaan yang kerjakan jalan gunung Pasir ini,  masa dari tahun ke tahun tidak pernah terselesaikan. Ada apa di balik ini,” terang Hofni.

Dia juga meminta percepatan perbaikan jalan gunung pasir, untuk mencegah kembali terjadi kecelakaan yang berujung kematian. Sebab sejak awal pembangunannya, jalan gunung pasir ini telah memakan korban jiwa.

“Kami masyarakat selalu takut setiap melewati jalan gunung pasir karena kondisi jalan yang rusak berat,” pungkasnya. (PB22)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Senin 12 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.