Berita Utama

Pemilih Pemula di Manokwari Ikut Sosialisasi Pilkada

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Puluhan pelajar yang merupakan utusan dari beberapa sekolah menengah atas (SMA) di Kota Manokwari mengikuti kegiatan sosialisasi pemilih pemula yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Manokwari, Selasa (13/10/2020).

Ketua Bawaslu Manokwari Syors A Prawar mengatakan, dalam menghadapi momentum Pilkada yang akan datang, pihaknya menginisiasi pelaksanaan pendidikan politik secara khusus bagi para pemilih pemula yang rata-rata sedang menjalankan studi di bangku SMA. Hal itu disebabkan kelompok pemilih ini dianggap cukup rentan terhadap pengaruh dari luar akibat minimnya pengetahuan politik yang mereka miliki.

“Minimnya pengetahuan berpolitik dimiliki bisa saja dimanfaatkan untuk kepentingan Paslon tertentu untuk mendulang suara,” ujar Syors.

Dia mengungkapkan, kelompok pemilih pemula adalah warga negara yang rentang usianya berkisar dari 17 tahun sampai dengan 21 tahun. Kelompok usia ini ada yang belum pernah mengikuti pemilu karena masa pelaksanaan pemilu yang berlangsung setiap lima tahun. Sehingga perlu ada pendidikan yang baik tentang bagaimana menggunakan hak pilih serta syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk bisa terdaftar sebagai pemilih.

“Hari ini mereka diberikan pemahaman terkait teknis aturan dan bagaimana bisa menggunakan hak pilih dalam Pilkada nanti,” kata dia.

Disampaikannya, kegiatan sosialisasi tersebut seharusnya dilakukan di sekolah. Akan tetapi dengan kondisi pandemi Covid-19 dimana banyak sekolah yang tidak menjalankan kegiatan pembelajaran di sekolah. Selain itu kondisi juga tidak mengharuskan adanya kumpulan orang dalam jumlah yang banyak sehingga pihaknya hanya mengundang perwakilan dari masing-masing sekolah saja.

“Yang kami undang hanya beberapa utusan siswa melalui OSIS dan beberapa guru pendamping,” lanjut Syors.

Syors mengingatkan, sebagai kaum milenial, kelompok pemilih pemula hendaknya cerdas memanfaatkan alat teknologi atau media sosial yang ada sehingga tidak terjerumus dalam tindakan melanggar hukum. Apalagi tindakan tersebut dalam kaitannya dengan pelaksanaan dan tahapan-tahapan Pilkada.

“Jangan sampai kalian terkesan jadi tim sukses karena ikut mengkampanyekan paslon tertentu melalui media sosial kalian,” tegasnya.

Selain itu, Syors juga berharap agar para pelajar yang hadir pada kesempatan tersebut dapat menjadi mitra kerja Bawaslu dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat serta melakukan pengawasan terhadap adanya pelanggaran Pilkada.

“Kami berharap agar kalian bisa membantu kerja Bawaslu dalam mengawasi pelanggaran Pilkada,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMA YPK Oikumene Max Marisan mengapresiasi langkah dari Bawaslu Kabupaten Manokwari yang sudah memberikan pendidikan politik dasar kepada para siswa. Pendidikan politik tersebut sangat bermanfaat sehingga mereka bisa dibekali dengan pengetahuan yang cukup dalam menghadapi Pilkada Manokwari 2020 nanti.

“Ini merupakan hal yang sangat bagus sehingga para kelompok pemilih pemula ini bisa menghadapi Pilkada dengan pengetahuan yang baik dan justru tidak menjadi pelanggar aturan,” kata Max.

Kepada para peserta Max berharap agar materi yang didapatkan pada kesempatan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan mereka. Pengetahuan tersebut juga hendaknya disalurkan kepada teman-teman yang lain serta masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Saya berharap mereka dapat menceritakan kepada teman-teman di sekolah dan di lingkungan tempat bergaul mereka,” pungkasnya. (PB25)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian PAPUA BARAT NEWS Edisi Rabu 14 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.