Berita Utama

Pemkab Akan Bangun Gedung BLK Baru

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pemerintah kabupaten Manokwari melalui Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (disnakertrans) akan segera membangun balai latihan kerja (BLK) baru.

Kepala Bidang Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja, Mukrianto menerangkan, Kantor Latihan Kerja (KLK) Manokwari sudah tidak lagi digunakan sejak tahun 2010. Menurutnya, Kabupaten Manokwari saat ini sangat membutuhkan hadirnya BLK.

Dengan adanya BLK, kata Mukri pihaknya dapat mempersiapkan tenaga kerja yang terampil, inovatif untuk siap terjun di dunia kerja. Ia menyebutkan, bahwa selama ini banyak permintaan dari perusahaan-perusahaan terkait tenaga kerja teknis. Namun pihaknya tidak dapat mempersiapkan lantaran tidak adanya BLK.

“Selain itu kita juga melihat banyaknya pemuda yang melakukan aktivitas untuk bagaimana dapat meningkatkan keterampilan kerja dan pengalaman kerja. Sehingga kerinduan kami untuk bisa menghadirkan BLK di Manokwari,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/11/2020).

Dijelaskan, tahun ini pihaknya mendapat anggaran melakukan rehab KLK, namun karena melihat kondisi KLK yang ada saat ini, dimana hampir semua bangunan sudah tidak layak lagi digunakan, sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar. Untuk itu pihaknya berencana akan membangun gedung BLK baru yang dicanangkan akan dilaksanakan pada tahun depan (2021).

“Kita ingin membangun BLK di lokasi yang baru supaya bisa melakukan penataan baik gedungnya maupun sisi tamannya. Kami sudah ajukan anggarannya di tahun 2021 yaitu untuk pembangunan BLK, semoga disetujui sehingga pada 2021 kita bisa wujudkan hasirnya BLK yang baru,” ujarnya.

Ia berharap BLK yang akan dibangun ini adalah BLK berpola asrama, sesuai ketentuan dari kementerian yakni luasan lahan yang harus disiapkan minimal lima hektar. Adapun pembangunannya akan dilakukan secara bertahap.

Ia mengakui selama ini pihaknya belum bisa menyiapkan tenaga kerja sesuai permintaan dari beberapa perusahaan besar, salah satunya LNG Tangguh. Lantaran fasilitas yang kurang memadai.

“Permintaan dari salah satu perusahaan yaitu BP LNG Tangguh yang sering diminta adalah operator alat berat. Ada juga yang meminta tenaga mekanik las, mekanik kendaraan dan pertukangan. Selama ini kita melatih para pemuda di Manokwari tetapi terkendala dengan gedung dan peralatan yang ada. Sehingga kita harus melakukan kerjasama dengan BLK Sorong,” sebutnya.

“Kita terkendala ketika ada perusahaan yang meminta, kita tidak siap karena selama ini kita belum mempersiapkan tenaga kerja yang siap pakai, karena tidak punya BLK. Semoga dengan adanya BLK kita bisa menyiapkan tenaga kerja, ketika ada penerimaan karyawan kita sudah mempunyai data,” imbuh Mukri.

Sedangkan untuk lokasi pembangunannya, telah disiapkan tiga lokasi yang saat ini dalam proses oleh badan pertanahan (BPN) Manokwari.

“Masih sementara dilihat kembali, sehingga saat pembangunan nanti tidak ada masalah lagi dengan pemilik hak ulayat. Untuk sementara masih menunggu legalitas tanahnya, penentuan lokasinya dimana. Ketika pelaksanaan perencanaan dan pembangunannya tidak ada masalah. Opsi lokasinya di Anday, Sowi Marampa dan Swapen, itu tanah pemerintah. Tetapi kita tidak apakah luasannya masih sama seperti dulu atau tidak,” tandasnya. (PB19)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 12 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.