Berita Utama

Pemkab Dorong Pelaku UKM Miliki Izin Pangan Industri

MANOKWARI, papuabaratnews.co Pemerintah Kabupaten Manokwari terus berupaya mendorong para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) agar dapat memiliki izin pangan industri rumah tangga (P-IRT).

Dalam sosialisasi keamanan pangan, Rabu (18/11/2020), Pjs. Bupati Manokwari, Robert R.A Rumbekwan, menuturkan, potensi sumber daya alam perikanan dan pertanian khususnya umbi-umbian sangat melimpah. Jika dikelola dengan baik maka dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Namun sumber daya alam yang melimpah tersebut pada umumnya hanya masih digunakan sebagai bahan makanan pokok saja.

Dijelaskan, berdasarkan hasil pengamatan disektor industri kecil menengah (IKM), bidang industri rumah tangga sudah mulai meningkat. Namun luasan pemasarannya masih terbatas, disebabkan IKM di Manokwari masih banyak yang belum memiliki izin P-IRT.

“Sangat disayangkan jika dibiarkan begitu saja. Sudah saatnya pelaku UMKM harus mendaftarkan produk pangan guna mendapat ijin P-IRT, agar produk yang dihasilkan dapat bersaing dengan produk dari pabrik serta keamanan pangan yang terjamin,” tuturnya saat membuka kegiatan sosialisasi.

Semakin ketatnya persaingan dengan berbagai jenis olahan produk pangan modern yang telah memiliki kelengkapan hasil uji laboratorium untuk keamanannya, maka produk UMKM juga harus segera memiliki sertifikat layak konsumsi. Meskipun diolah dalam skala kecil, produk pangan UMKM yang memiliki izin P-IRT sudah terjamin keamanannya karena telah melalui beberapa tahap uji dan seleksi.

Dikatakan, proses ini akan dilakukan secara ketat oleh dinas terkait sehingga produk yang lulus benar-benar layak konsumsi. Adapun manfaat dari izin P-IRT adalah produk tersebut bebas dipasarkan  secara luas, layak edar, keamanan dan mutu terjamin, meningkatkan nilai jual produk serta beberapa keuntungan lainnya.

“Dengan tersedianya dukungan dari Pemkab melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Manokwari, telah memprogramkan kegiatan sosialisasi keamanan pangan. Diharapkan melalui kegiatan ini bisa memberikan kesadaran akan pentingnya P-IRT untuk produk pangan agar keamanan pangan terjamin dan bisa dipercaya konsumen,” tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris Disperindagkop dan UKM, Teguh Budi Prakoso menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut yakni mensosialisasikan para pelaku UKM dan IKM agar dapat memiliki sertifikasi kelayakan pangan, baik dari sisi higenitas, mutu, gizi dan lainnya.

Diharapkan setelah mengikuti pelatihan para pelaku usaha dapat mendaftar guna memperoleh sertifikasi  kelayakan usaha. Terutama dibidang pengolahan hasil pertanian.

“Jumlah peserta sebanyak 60 orang. Diharapkan setelah memiliki sertifikasi, produk yang dihasilkan dapat dipasarkan lebih luas, bisa masuk ke pasar modern, supermarket dan lainnya. Ijin PIRT dikeluarkan oleh dinas kesehatan,” pungkasnya. (PB19)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 19 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.