Berita Utama

Pemkab Manokwari Usulkan RAPBD 2021 Rp1,2 Triliun

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pemerintah Kabupaten Manokwari mengusulkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2021 senilai 1, 2 triliun rupiah. Usulan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manokwari, Kamis (4/2/2021).

Plh Bupati Manokwari Edi Budoyo menyampaikan, RAPBD memuat target pencapaian kinerja yang terukur dari program yang akan dilaksanakan pemerintah daerah. Target itu diselaraskan dengan prioritas pembangunan yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, RAPBD juga merupakan proyeksi pendapatan daerah, alokasi belanja daerah, sumber dan pembiayaan yang disertai dengan asumsi yang kuat.

“Asumsi ini berkaitan dengan pertimbangan ekonomi makro dan perubahan pokok-pokok kebijakan fiskal yang ditetapkan pemerintah” ujarnya.

Dia menjelaskan, besarnya pendapatan daerah yang direncanakan dalam RAPBD tahun 2021 mencapai Rp 1.245.469.005.503. Target pendapatan daerah tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang direncanakan sebesar Rp 118.345.141.723. PAD tersebut berasala dari pajak daerah senilai Rp 71.012.371.563. Sumber PAD lainnya adalah retribusi daerah yang direncanakan mencapai Rp 4.515.648.900. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan senilai Rp 3.000.000.000.

“Sementara lain-lain PAD yang sah direncanakan mencapai Rp 39.817.121.260,” kata dia.

Menurut Edi, dana perimbangan direncanakan mencapai Rp 1.089.433.363.780. Dana tersebut berasal dari dana pendapatan transfer pemerintah pusat senilai Rp 1.050.907.897.242. Sumber dana perimbangan lainnya adalah pendapatan transfer antar daerah senilai Rp 38.525.466.538.

Sementara lain-lain pendapatan daerah yang sah direncanakan mencapai Rp 37.690.500.000. Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan Hibah sebesar Rp 3.100.000.000. Lain-lain pendapatan sesuai dengan ketentuan peraturan  perundang-undangan adalah senilai Rp 34.690.500.000.

Dia mengatakan, secara garis besar belanja daerah yang diusulkan dalam RAPBD tahun 2021 adalah senilai Rp 1.266.304.581.741. Rencana belanja tersebut terdiri dari belanja operasi sebesar 813.670.930.651. Besarnya belanja operasi diuraikan atas belanja pegawai Rp 456.527.715.132. Belanja barang dan jasa senilai Rp 280.852.326.849. Belanja Subsidi senilai Rp 190.054.400. Belanja hibah senilai Rp 36.184.521.004.

“Sedangkan belanja bantuan sosial direncanakan senilai Rp 39.916.313.266,” kata Edi.

Rencana belanja lainnya adalah belanja modal sebesar Rp 213.282.865.610. Belanja tidak terduga sebesar Rp 38.904.389.880. Sementara belanja transfer sebesar Rp 200.446.395.600 yang terdiri dari belanja bagi hasil sebesar Rp 2.977.500.000 dan Belanja bantuan keuangan sebesar Rp 197.468.895.600.

Edi juga menjelaskan, rencana pembiayaan dalam RAPBD tahun anggara 2021 sebesar Rp 36.685.576.238. Sedangkan pengeluaran pembiayaan direncanakan senilai Rp 15.850.000.000 digunakan untuk mendanai penyertaan modal sebesar Rp 4.600.000.000 dan pembayaran cicilan pokok utang sebesar Rp 11.250.000.000.

“Kami berharap seluruh kebijakan, program dan kegiatan yang telah ditetapkan dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, ekonomis dan transparan serta memenuhi persyaratan akuntabilitas,” pungkasnya. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 8 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.