Berita Utama

Pemkab Targetkan 70 Persen Masyarakat Divaksin

MANSEL, papuabaratnews.co – Pemkab Manokwari Selatan menargetkan 70 persen dari sekitar 49 ribu warganya akan divaksin.

Sekretaris Daerah Hengky Tewu menerangkan, hal ini guna mempercepat pembentukan kekebalan komunitas (herd immunity) di wilayah Mansel.

“Ada secercah harapan ketika vaksin ini ditemukan. Pemerintah juga sudah bergerak cepat. Dari provinsi sudah berlatih untuk pemberian vaksin ini. Target untuk membentuk herd imunity adalah minimal 70 persen dari wilayah. Karena kalau tidak tercapai 70 persen, maka vaksinasi hanya bermanfaat bagi yang sudah divaksin,” ungkapnya di Ransiki, Senin (18/1/2021).

Hengky menerangkan, ketika target 70 persen masyarakat berhasil divaksin, bisa menjadi pelindung bagi warga lainnya yang tidak menerima vaksin.

“Kalau 70 persen ini tercapai, maka bisa melindungi orang-orang yang tidak bisa divaksin karena alasan tertentu, misalnya karena faktor usia, ibu hamil yang memang tidak boleh divaksin,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, pihaknya akan melaksanakan sosialisasi secara masif.

“Di kesehatan kita sudah anggarkan untuk sosialisasi. Ini harus dilakukan terus menerus. Selama ini juga sudah ada pemberian informasi kepada masyarakat. Bahkan kegiatan pencanangan ini juga adalah kampanye untuk dilihat masyarakat,” ungkapnya.

“Ini kita sudah laksanakan pencanangan vaksin juga di Mansel. Tapi hanya untuk orang-orang yang memenuhi syarat di-screening. Karena ada juga yang tensi darahnya tinggi tidak bisa divaksin,” katanya menambahkan.

Lanjut dia, nantinya setelah anggaran yang disalurkan sudah diterima, sosialisasi kepada masyarakat akan langsung dilaksanakan.

“Kita baru hari Sabtu kemarin bisa mencairkan anggaran menggunakan aplikasi. Karena seperti tahun-tahun kemarin, bulan Januari belum ada aktivitas di Pemda. Besok kita sudah mulai pasang baliho,”ungkapnya.

Dia lalu mengaku, belum menerima informasi kapan termin penyaluran vaksin dikhususkan bagi masyarakat.

“Kami juga belum tahu, karena sekarang masih fokus penyaluran ke nakes. Mungkin sesudah itu akan juga ke TNI-Polri atau Satpol dan petugas-petugas yang sulit menerapkan protokol kesehatan. Ini juga kita terima vaksin baru 300 sekian, sementara nakes termasuk yang honorer ada 400 lebih. Tapi yang jelas sosialisasi akan terus dilakukan,” tukasnya. (PB24)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 19 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.