Berita Utama

Pemkab Telah Siapkan TPU Baru

MANOKWARI, papuabaratnews.co Pemkab Manokwari melalui Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Manokwari tengah mempersiapkan lahan baru sebagai tempat pemakaman umum (TPU), karena TPU pasir putih sudah over kapasitas. Adapun luas lahan yang disiapkan oleh pemda seluas 40 hektar yang berlokasi di Kelurahan Anday, Distrik Manokwari Selatan.

“Pemda sudah menyiapkan lahan pemakaman milik pemda yang ada di Anday seluas 45 hektar. Tetapi karena ada masalah ulayat yang harus dikembalikan lima hektar, jadi definifnya seluas 40 hektar yang akan diupayakan untuk menggeser lahan pemakaman pasir putih,” jelas Kabid Cipta Karya, Istirja P. Siregar saat ditemui di Kantor PUPR Manokwari, Selasa (17/11/2020).

Namun, dengan adanya pademi Covid-19 sehingga lahan tersebut untuk sementara digunakan sebagai tempat pemakaman bagi korban meninggal.

“Untuk sementara lahan tersebut masih digunakan bagi korban Covid-19 yakni sekitar 18 makam,” jelasnya.

Dijelaskan, lahan yang telah dibuka sampai saat ini seluas 10 hektar dari total 40 hektar yang disiapkan. Dirinya berharap selesai pengerjaan akan langsung diserahkan ke Pemda Manowakri dan di jadikan tempat pemakaman umum.

“Lahan makam di pasir putih memang sudah over kapasitas dan sudah direncanakan akan digeser ke Anday. Kita lihat perkembangan, mau tidak mau kita akan geser kesana (Anday). Karena luas lahan disana masih memadai, sementara yang sedang dalam pelaksanaan pekerjaan seluas 10 hektar dan progresnya sudah 80 persen, ditargetkan Desember ini bisa 100 persen didanai oleh provinsi. Setelah selesai nanti akan dihibahkan ke kita ,” jelasnya.

Kata Siregar pihaknya akan meninjau kembali lahan TPU Pasir Putih, jika memang sudah tidak memungkinkan lagi, maka pihaknya akan segera mempersiapkan TPU Anday untuk dijadikan sebagai TPU yang baru.

“Nanti kita tinjau lagi apakah dari 10 hektar ini sudah bisa digeser dari pasir putih atau belum. Kalau sudah bisa maka akan kita geser, tetapi kami masih menyiapkan dasar-dasar pelaksanaan (perda),” terangnya.

Untuk penggunaan lahan tersebut, regulasi yang sementara masih disusun oleh bagian hukum untuk kemudian dapat disosialisasikan kepada masyarakat.

“Nantinya jika memang harus bergeser ke sana, maka kita bisa olah yang 10 hektar, sekitar lima hektar untuk umum dan lima hektar untuk covid. Ataupun untuk tempat pemakaman umum akan dibuka baru, karena tinggal pengerjaan pembersihan saja, areal jalan pemakaman sudah dilakukan oleh provinsi,” ujarnya.

Dijelaskan, pihaknya juga tengah menyusun terkait dengan pengelolaan TPU Anday. Dimana masyarakat tidak diperbolehkan membangun makam melewati batas luasan yang telah ditentukan.

“Kita sedang mempersiapkan regulasi itu untuk areal yang digunakan per satu orang dengan ukuran standar. Tidak ada bangunan rumahnya (permanen),” jelasnya.

Disinggung perihal tarif, dirinya mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menarik biaya untuk pemakaman. Adapun beban biaya sepenuhnya diserahkan kepada pihak keluarga.

“Sementara untuk tenaga penggali makan, kami belum ada rencana untuk mengalokasikan itu. Yang selama ini berjalan adalah dari kelompok masyarakat sendiri,” pungkasnya. (PB19)

**Berita ini telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Rabu 18 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.