Berita UtamaInforial

Pencemaran Sumur Warga, DLHP Provinsi akan Inspeksi Langsung

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Menindaklanjuti laporan dan pengaduan warga terkait adanya dugaan pencemaran sumur warga di wilayah sanggeng Manokwari, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Papua Barat dalam waktu dekat akan turun ke lapangan guna melakukan pemeriksaan langsung.

Kepala Bidang Penataan dan Penegakkan Hukum Dinas LHP Leonard Haumahu mengatakan, pihaknya sudah merespon pengaduan dari warga dengan melakukan pertemuan TBBM Pertamina (persero) Manokwari untuk mendengarkan keterangan langsung.

Akan tetapi kata dia, persoalan itu masih belum dianggap selesai karena belum ada upaya pemulihan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh adanya pencemaran tersebut.

“Persoalan ini belum selesai. Akan ada tindaklanjut dengan melakukan pemeriksaan lapangan. Bagaimana sanksi terkait upaya pemulihan lingkungan dijalankan” ujar  kepada Papua Barat News di Kantor TBBM Pertamina Manokwari, Senin (1/3/2021).

Apapun upaya penyelesaian masalah yang sudah dilakukan oleh Pertamina, persoalan pemulihan lingkungan pasca pencemaran tetap menjadi tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Karena hal tersebut bersinggungan langsung dengan hajat hidup orang banyak akan kebutuhan air bersih.

“Jadi harus ada langkah solutif untuk upaya pemulihan lingkungannya,” kata Leonard.

Sementara itu, HSE Pertamina Regional Maluku Papua Ausil mengatakan, pihaknya sejak awal permasalahan sudah bertanggungjawab penuh terhadap masyarakat. Terutama warga lingkungan Sanggeng yang menjadi korban pencemaran air sumur akibat bocornya salah satu tangki storage milik TBBM PT Pertamina Manokwari.

“Kami sudah berikan seluruh keterangan kepada DLHP dan Tim Gakkum dari awal hingga upaya penyelesaian masalahnya,” ujarnya.

Dijelaskan, pihak TBBM PT Pertamina Manokwari sudah memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami oleh sekitar 20 Kepala Keluarga terdampak. Kompensasi diserahkan dalam bentuk uang tunai berdasarkan kesepakatan bersama. Penyerahan kompensasi tersebut disaksikan langsung oleh pihak DLH Kabupaten Manokwari, Kejaksaan, Polres dan Kodim Manokwari serta Lurah setempat.

“Total yang kami bayarkan kepada para warga adalah senilai Rp 2,7 Milyar. Jadi menurut kami kasus ini sudah dianggap selesai,” ungkapnya.

Sebelum mencapai kesepakatan perihal penyerahan kompensasi, pihaknya juga telah melakukan upaya suplai air bersih kepada para warga setampat. Sejumlah tandon didatangkan untuk diserahkan kepada warga dan menyiapkan mobil tangki air yang dimanfaatkan untuk memobilisasi air bersih kepada warga.

“Itu kami lakukan dari awal kejadian. Sejak hari kami menerima pengaduan dari masyarakat,” kata Ausil.

Selain itu, pihaknya juga bertanggungjawab dengan memasang pipa PDAM sejumlah 67 titik kepada warga. Pipa PDAM itu saat ini sudah dapat digunakan oleh warga setempat. Hal itu dilakukan setelah pihaknya melakukan validasi ke DLH Kabupaten Manokwari.

“Semua itu mengacu pada rekomendasi dari Gubernur dan DLH Kabupaten. Sudah kami jalankan dan laporkan kembali,” imbuhnya.

Dia menyebutkan, TBBM Pertamina Manokwari juga sudah melakukan pengurasan air sumur yang tercemar sebanyak lima kali. Dari hasil pengurasan tersebut, pihaknya mendapatkan adanya penurunan parameter pencemaran yang cukup signifikan. Targetnya, akan dilakukan lagi pengurusan sebanyak 2 sampai 3 kali agar kondisi sumur bisa kembali normal dan dapat dimanfaatkan kembali.

“Komitmen kami, kalaupun kondisi sumur sudah kembali normal, tandon dan pipa air PDAM tidak akan kami ambil kembali. Itu sudah kami hibahkan kepada masyarakat,” tutupnya. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 2 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.