Berita Utama

Penerapan Retribusi Sampah Tunggu Pembangunan TPA

MANSEL, papuabaratnews.co – Hingga kini, Pemkab Manokwari Selatan belum mengeluarkan aturan terkait penerapan retribusi sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mansel Mochamad Amir mengatakan, pihaknya masih menunggu pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang hingga kini masih dikaji terkait lokasi yang tepat.

“Kita belum berani terapkan retribusi kalau TPA belum ada. Nanti kita dikomplain warga. Jadi Perdanya masih tertahan di bagian hukum. Kita sudah masukan dari 2019 tapi sampai sekarang belum keluar,” ungkap Amir di Ransiki, Selasa (19/1/2021).

Dia menerangkan, kementerian sendiri sudah menyarankan agar memindahkan lokasi pembuangan sampah dari tempat yang sekarang ini dimanfaatkan sebagai lokasi sementara pembuangan sampah.

“Kemarin sudah ada penelitian dari kementerian untuk dipindahkan dari tempat pembuangan sementara yang di Kampung Hamawi. Saya juga sudah lapor ke Bupati. Karena persyaratannya air, ada provinsi datang untuk bor, baru satu meter sudah dapat air, jadi tidak layak. Seharusya minimal tujuh meter dapat air itu baru layak. Duluh kali ini tidak dibor, makanya tahun lalu sudah kordinasi untuk dari PU lakukan normalisasi kali, tapi sampai sekarang tidak ada pelaksanaan,” paparnya.

Amir mengaku pihaknya juga sudah membangun koordinasi dengan Bupati Markus Waran, guna mencari lokasi yang tepat untuk membangun TPA.

“Saya sudah lapor ke Pak Bupati, dan beliau menyarankan yang di bawah kaki gunung, cuma di situ juga tidak cocok karena dekat area perkantoran,” katanya lagi.

Diungkapkannya, dalam pembangunan TPA ini, Bappeda serta Dinas PU yang harus berperan aktif dalam proses pembangunan.

“Karena Bappeda yang rencanakan, Dinas PU yang bangun. Setelah selesai baru kita yang pakai,” ungkapnya.

Lanjut Amir, hingga kini pihaknya masih memberdayakan tenaga honorer guna mengurusi persoalan sampah di dua distrik yakni Ransiki dan Momiwaren.

“Kita kasih BBM, terus ada insentif Rp500 ribu perbulan untuk 15 tenaga honorer. Kalau truk sampah itu satu di Oransbari dan dua di Ransiki. Jadi total tiga unit untuk distribusi sampah ini,” tukasnya. (PB24)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 20 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.