Berita Utama

Pengangkatan 1.283 Honorer Tunggu Keputusan Menpan-RB

MANOKWARI, PB News – Kepastian tentang pengangkatan 1.283 tenaga honorer yang saat ini bekerja dilingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat menunggu keputusan Menteri Pendayagunaan Apratur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (Menpan-RB).

“Nasib tenaga honorer Pemprov Papua Barat masih terus diperjuangkan Gubernur. Namun keputusan pengangkatannya dikembalikan kepada Menpan-RB sebagai pengambil kebijakan,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua Barat, Yustus Maidoga, Rabu (2/5).

Yustus berharap, pengangkatan tenaga pegawai honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) bisa dipercepat. Supaya setelah diangkat mereka bisa langsung ditempatkan di setiap OPD untuk membantu kerja-kerja roda pemerintah lebih baik.

“Untuk saat ini,  pihaknya masih menunggu keputusan Menpan-RB. Kita tunggu saja, kami juga tetap memperjuangkan nasib semua tenaga honorer yang sudah terdata,” katanya.

Yustus berharap ketika nantinya mereka sudah diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan sungguh-sungguh bekerja melayani masyarakat baik.

“Jangan setelah diangkat baru malas-malas untuk masuk kerja di kantor. Saya harap ke depanya mereka bisa meningkatkan etos dan disiplin kerja. Ini juga yang menjadi harapan Gubernur Papua Barat Domingus Mandacan,” kata Maidoga.

“Saya minta, kepada tenaga honorer daerah ini untuk bersabar. Kita masih terus memperjuangkan nasib para honorer ini. Saya minta tetap aktif bekerja walaupun belum diangkat jadi PNS. Tetap memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Papua Barat, Domingus Mandacan menaruh perhatian khusus terhadap pegawai honorer Pemprov Papua Barat. Gubernur minta semua OPD dilingkup Pemprov Papua Barat untuk memberdayakan pegawai honorer yang bekerja di OPDnya masing-masing.

“Pegawai honorer harus libatkan dalam berbagai kegiatan, baik musrenbang atau rakerda, supaya mereka bisa bekerja sesuai dengan Tupoksi sehingga mereka betul juga memiliki rasa tanggung jawab dalam melaksanakan kerja-kerja pemerintah,” terangnya.

Menurutnya, jika tidak dilibatkan atau diberdayakan, pegawai honorer akan merasa tidak penting dan akibatnya mereka mulai malas-malasan dan enggan masuk ke kantor.

“Saya minta seluruh honorer agar terus meningkatkan etos kerja dan disiplin. Sebab para honorer berperan penting membatu tugas pemerintahan disetiap OPD.Tanpa ada dukungan dari mereka maka program-program yang sudah direncanakan tidak akan berjalan dengan optimal,” pungkasnya. (PB14)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.