Berita Utama

Pengelolaan Sampah yang Baik Tingkatkan Kesejahteraan Warga

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pengelolaan sampah yang baik dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian financial warga secara berkelanjutan serta mewujudkan Manokwari nol sampah tahun 2025.

Pada Sabtu (5/12/2020) pengurus bank sampah Biriosi Kelurahan Sanggeng, Distrik Manokwari Barat mendapatkan pelatihan pengelolaan management bank sampah dari Koperasi Pengelola Sampah (PKPS) Kabupaten Manokwari.

Bank Sampah Biriosi hadir atas dukungan  PT. Pertamina Fuel Terminal Manokwari, Yayasan Kitong Bisa, Bank Sampah UKM  Pramuka Unipa dan Primer Koperasi Pengelola Sampah (PKPS) Kabupaten Manokwari, serta pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Dinas Lingkungan Hidup.

Community Development Officer (CDO) PT. Pertamina Fuel Terminal Manokwari,  Muhammad Haekal, mengatakan bahwa  inisiasi kehadiran bank sampah lebih sebagai bentuk dari sinergi stakeholder yang terlibat bersama untuk tujuan potensi ekonomi keluarga.

“Isu krusial bersama terutama dalam hal pengelolaan sampah berbasis masyarakat untuk peningkatan pendapatan masyarakat dan dampak terhadap lingkungan, dapat menjadi program keberlanjutan dari bank sampah, tidak hanya sekedar hal yang sifatnya sekali dua kali, tetapi lebih daripada itu adalah kepada prinsip keberlanjutan karena output dan sasaran adalah peningkatan pendapatan masyarakat” kata Muhammad Haekal keterangan tertulis yang di terima Papua Barat News Minggu (6/7/2020).

Sementara, Ketua Primer Koperasi Pengelola Sampah (PKPS) Kabupaten Manokwari yang juga selaku Pembina Bank Sampah UKM Pramuka Unipa, Yohanes A. Lebang mengatakan, prioritas nasional dan dunia saat ini berfokus pada persoalan sampah, sehingga dengan kehadiran Primer Koperasi Pengelola Sampah (PKPS) Kabupaten Manokwari yang akan mewadahi seluruh bank sampah yang ada dan kehadiran Bank Sampah Biriosi diharapkan terus mendukung serta menangani persoalan sampah di Manokwari.

Adapun program yang direncanakan dalam persiapan pengelolaan sampah kedepan setelah menyelesaikan administrasi akta notaris, program kerjasama direncanakan untuk mendatangkan tenaga ahli dan pembelian mesin pengolahan sampah menjadi paving block dan mesin pengolahan sampah lainnya dapat dimiliki untuk memberdayakan pemuda di Manokwari sehingga program ini dapat berkelanjutan.

“Dukungan pemerintah provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari dan swasta melalui Corporate Social Responsibility (tanggungjawab sosial perusahaan)  menjadi penting dalam kolaborasi ini karena investasi pengelolaan sampah yang membutuhkan biaya yang sangat besar tersebut, sehingga  komitmen menjadikan persoalan pengelolaan sampah sebagai prioritas daerah dalam mewujudkan Manokwari Nol Sampah dapat terwujud di tahun 2025” harap Lebang.

Ketua Bank Sampah Biriosi, Ruth Mandosir/Sroyer, menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun sehingga Bank Sampah biriosi dapat hadir ditengah tengah penanganan persoalan sampah dan kemerosotan (resesi) ekonomi yang terjadi saat ini.

Diakuinya, bahwa tahun-tahun sebelum telah berjalan bersama PT. Pertamina dan Bank Sampah UKM Pramuka, namun akibat persoalan management kepengurusan dan pengelolaan yang belum mendapatkan bantuan dan dukungan secara baik.

”Kedepan sampah tidak lagi dibuang kelaut tetapi dilakukan pengelolaan secara bertanggungjawab. Biriosi harus bebas sampah, semua sampah bisa dikelola dan menambah tambahan ekonomi setiap rumah tangga, dalam upaya mendukung program pengentasan kemiskinan dan termotivasi untuk melakukan perubahan secara bersama-sama” harap Ruth. (RLZ/RED)

** Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 7 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.