Berita Utama

Pengembalian Uang Tak Hapus Pidana

JAKARTA – Ahli hukum pidana dari Universitas Indonesia, Chudry Sitompul, berpendapat, sesuai dengan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, pengembalian uang dari hasil korupsi tidak menghapuskan tindak pidana. Karena itu, Kejaksaan Agung semestinya tetap mengusut para pihak yang sudah mengembalikan uang tersebut.

“Sekarang Kejaksaan harus segera memproses orang yang mengembalikan duit itu. Jadi, pro justitia harus jalan,” kata Chudry.

Ia melanjutkan, Kejaksaan tinggal membuktikan uang yang diterima Dito bukan berasal dari tindak pidana dengan memeriksa saksi-saksi. Status uang sampai kepada Dito itu, kata Chudry, sangat bergantung pada pengakuan Komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan Irwan Hermawan ataupun saksi lainnya.

Misalnya, kata dia, Irwan menegaskan bahwa uang yang diberikan kepada Dito tersebut merupakan hasil dari korupsi proyek BTS 4G.

“Tapi, logikanya, mana mungkin Irwan mengeluarkan Rp 27 miliar kalau tidak ada kepentingannya,” kata dia.

Meski upaya meredam perkara itu gagal, kata Chudry, Dito patut diduga melakukan percobaan penyuapan dengan tujuan meredam pengusutan proyek pembangunan menara BTS 4G.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, tak ingin berspekulasi terhadap pengembalian uang tersebut. “Buktinya, kasus sudah sampai di pengadilan. Nanti kami buka semua,” kata Ketut. (TEM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.