Berita UtamaInforial

Pengunjung Lokalisasi Wajib  Pakai Kondom

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pemerintah Provinsi Papua Barat terus berupaya memutus mata rantai penularan virus HIV-AIDS di daerah itu. Salah satunya adalah kampanye memakai alat pengaman berupa kondom, terlebih kepada pengunjung atau tamu di tempat-tempat lokalisasi, seperti di Lokalisasi 55 Maruni, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorongan mengatakan, himbauan menggunakan kondom di areal rentan yang memiliki potensi dan resiko tinggi terjadinya penularan virus HIV-AIDS harus dilakukan. Hal itu tidak bisa ditawar karena menyangkut keselamatan masyarakat di Papua Barat.

“Kita sudah wajibkan agar siapa pun tamu di Lokaliasi 55 Maruni wajib memakai kondom,” katanya di Manokwari,  Rabu (2/12/2020).

Parorongan melanjutkan, kewajiban menggenakan alat pengamanan seperti kondom bagi seluruh tamu yang datang ke lokalisasi harus terus dilakukan oleh tim medis. Sosialisasi menggunakan alat pengamanan atau kondom merupakan salah satu cara efektif untuk menekan potensi terjadinya penularan virus HIV-AIDS.

“Upaya perlindungan diri kepada tamu maupun penghuni lokalisasi terus dilakukan,” paparnya.

Ia menambahkan,  peningkatan kasus penularan virus HIV-AIDS di Papua Barat tergolong tinggi. Per September 2020 telah tercatat estimasi penularan HIV-AIDS mencapai 20.496 kasus. Sebagian besar penderita Orang Dengan HIV-AIDS atau ODHA tidak terbuka tentang status dirinya.

Menurutnya, hal inilah yang menyebabkan upaya menekan peningkatan penyebaran HIV-AIDS berjalan lambat. Karena itu kepatuhan menggunakan alat pengaman menjadi salah satu alternatif memutus mata rantai penularan virus di dalam masyarakat.

“Masih banyak penderita HIV/AIDS yang tidak jujur dan terbuka sehingga menyulitkan petugas medis,” beber Otto.

Pihaknya menjamin ketersediaan kondom di Papua Barat mencukupi. Sehingga masyarakat dapat menggenakan kondom sebagai salah satu alternatif memutus mata rantai penularan baru virus HIV/AIDS di Papua Barat.

“Target pemerintah di tahun 2030 tidak ada lagi kasus baru HIV/AIDS di Papua Barat,” pungkasnya. (PB22)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Kamis 3 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.