Penyakit Pada Hewan Dipengaruhi Cuaca

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kepala Seksi (Kasie) Kesehatan Hewan, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan Manokwari, Vivi Hesti Damayanti mengungkapkan penyakit yang menyerang hewan dipengaruhi oleh faktor cuaca.

Dia menjelaskan, pergantian musim dapat menyebabkan penyakit bagi hewan. Diantaranya cacingan pada hewan besar (sapi, babi) dan BAB bercampur darah atau parvo yang menyerang hewan kecil (anjing dan kucing). Katanya,  beberapa hari belakangan, dirinya selalu mendapat pasien parvo. Parvo merupakan virus dan biasa dijumpai pada anjing.

“Tergantung musim, ada yang demam tiga hari, cacingan khusus hewan besar seperti sapi dan juga babi. Untuk hewan kecil akhir-akhir banyak yang kena parvo, umur muda antara satu bulan sampai satu tahun. Paling cepat sekali terjadi parvo dan distemper khusus untuk anjing, kalau kucing biasa terkena panleukopenia mirip parvo,” jelasnya kepada Papua Barat News belum lama ini.

Vivi Hesti Damayanti yang juga berprofesi sebagai dokter hewan ini menjelaskan, selain faktor cuaca dan ketahanan tubuh, virus parvo akan mudah menyerang anjing dengan usia muda. Ia berharap masyarakat dapat lebih memperhatikan dan mempertimbangkan untuk tidak mempejualbelikan anjing pada usia muda.

“Pemicunya dari perubahan musim, ketahanan tubuh, cara pemeliharaan. Terkadang yang terjadi adalah anjing itu belum cukup umur untuk diberi makanan tambahan, biasanya masih umur muda sudah diambil dan dijual,” terangnya.

“Untuk kasus parvo, faktor makanan juga mempengaruhi. Banyak pemicunya, terutama dari faktor lingkungan. Sekarang lagi musim, berturut-turut para dokter hewan mendapat pasien parvo,” sambungnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait virus pada hewan unggas, Vivi menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan rapid, terdapat penyakit AI (virus). Hal tersebut dikarenakan kesalahan pemberian vaksin oleh peternak tanpa berkoordinasi dengan pihaknya sebagai instansi teknis.

“Untuk berdasarkan hasil pemeriksaan rapid memang bahwa dalam tubuh ayam itu terdapat penyakit AI tetapi bukan disebabkan oleh infeksi, tetapi karena vaksin. Karena vaksin yang didatangkan oleh para peternak tidak dikonfirmasi ke kita, perihal apa saja yang harus digunakan. Banyak peternak, tetapi yang lapor ke kami bahwa mereka memiliki ijin usaha itu belum ada. Jika mereka melapor tentu lebih mudah bagi kami untuk mengakomodir,” tutupnya. (PB19)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 9 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: