Penyaluran Dana Desa Papua Barat Tembus 99,94%

MANOKWARI, papuabaratnews.co Realisasi penyaluran Dana Desa di Provinsi Papua Barat sejak Januari hingga 18 Desember 2020 sebesar Rp1.541.118.793.663 atau tembus 99,94% dari pagu DIPA Rp1.541.984.713.000.

Kepala Seksi Bidang PPA IIA Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Papua Barat, Posma Amando Siagian, mengatakan, Dana Desa disalurkan oleh tiga  Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) yakni KPPN Manokwari, KPPN Sorong dan KPPN Fakfak.

Jumlah desa di 12 kabupaten yang menerima dana ini sebanyak 1.741 dari 1.742 desa.”Karena pemprov dan Kota Sorong tidak ada desanya,” ujar dia saat dikonfirmasi awak media di Manokwari, Jumat pekan lalu (18/12/2020).

Realisasi penyaluran Dana Desa yang dilakukan oleh KPPN Manokwari, kata dia, mencapai  Rp541,839 miliar atau 99,85% dari total pagu sebesar Rp542,669 miliar. Jumlah ini disalurkan untuk 576 desa dari 577 desa yang tersebar di lima kabupaten wilayah kerja KPPN Manokwari. Meliputi, 163 dari 164 desa di Kabupaten Manokwari, 115 desa di Teluk Bintuni, 75 desa di Teluk Wondama, 166 desa di Pegunungan Arfak, dan 57 desa di Kabupaten Manokwari Selatan.

“Semua desa sudah 100%, tinggal 1 desa di Manokwari. Kami sudah tanya ke pemdanya, secara administrasi desa itu ga ada. Jadi tahun 2021 akan dikeluarkan,” terang Posma.

Ia melanjutkan, realisasi penyaluran Dana Desa oleh KPPN Sorong untuk 939 desa yang tersebar di Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Raja Ampat, Tambrauw, dan Maybrat telah mencapai 100% dari total pagu sebesar Rp763,332 miliar.

“Dan, penyaluran dari KPPN Fakfak untuk 226 desa di Kabupaten Fakfak dan Kaimana juga sudah 100% dari total pagu Rp235,946 miliar,” ujar dia.

Dia menjelaskan penyaluran Dana Desa sebelumnya dilakukan dengan skema tahap I sebesar 20%, tahap II 40%, dan tahap III 40%.

Namun, di tahun 2020 Kementrian Keuangan mengubah mekanisme penyaluran menjadi tahap I sebesar 40%, tahap II 40% dan tahap III 20%. Selain itu, penyaluran Dana Desa dilakukan secara langsung dari Rekening Keuangan Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Desa (RKD) melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

Perubahan mekanisme dalam penyaluran ini sebagai bentuk penyederhanaan birokrasi sesuai visi dan misi Presiden Joko Widodo. “Dulu kan kami ngasih gelondongan ke pemda, nanti dari pemda baru ke desa. Tapi sekarang langsung ke desanya” ujar dia.

Dia menuturkan sasaran penggunaan Dana Desa adalah pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, pembinaan kemasyarakatan desa, pemerintahan desa, dan bencana atau keadaan darurat. Namun, tahun 2020 ini difokuskan pada bantuan langsung tunai (BLT) karena adanya pandemi Covid-19. “Nah, BLT ini masuk di keadaan darurat seperti sekarang ini,” ucap Posma.

Dia berharap pemanfaatan Dana Desa yang sudah digelontorkan pemerintah pusat ke daerah dapat dioptimalkan. Sehingga, desa-desa di Provinsi Papua Barat bisa berkembang dan mandiri pada masa mendatang. “Misalnya desa yang berstatus tertinggal, tidak jadi tertinggal lagi,” ucap dia.

Total per kabupaten

Per 18 Desember 2020, Ditjen Perbendaharaan mencatat total realisasi Dana Desa tahun 2020 yang dikucurkan pemerintah pusat ke 12 kabupaten di Provinsi Papua Barat terdiri dari : Kabupaten Manokwari mencapai Rp142,701 miliar atau 99,42% dari pagu sebesar Rp143,530 miliar untuk 163 dari 164 desa, Kabupaten Teluk Bintuni 100% terealisasi dari pagu sebesar Rp117,815 miliar dengan jumlah desanya 115, Kabupaten Teluk Wondama 100% terealisasi dari pagu Rp73,54 miliar untuk 75 desa penerima, Kabupaten Pegunungan Arfak 100% terealisasi  dari pagu Rp142,947 miliar yang disalurkan ke 166 desa, Kabupaten Manokwari Selatan 100% terealisasi dari pagu Rp64,82 miliar yang disalurkan ke 57 desa, Kabupaten Sorong mencapai 99,98% atau Rp176,305 miliar dari pagu Rp176,341 miliar untuk 226 desa, Kabupaten Sorong Selatan 100% terealisasi dari pagu Rp108,566 miliar untuk 121 desa, Kabupaten Raja Ampat 100% terealisasi dari pagu Rp106,955 miliar untuk 117 desa, Kabupaten Tambrauw 100% terealisasi dari pagu sebesar Rp176,221 untuk 216 desa, Kabupaten Maybrat 100% terealisasi dari pagu Rp195,284 miliar untuk 259 desa, Kabupaten Fakfak terealisasi 100% dari pagu Rp136,985 miliar dengan jumlah desa penerima sebanyak 142 desa, dan  Kabupaten Kaimana 100% terealisasi dari pagu Rp98,96 miliar untuk 84 desa.

Realisasi tiga tahap

Untuk tahap I-2020 Dana Desa Papua Barat telah direalisasikan sebesar Rp620,934 miliar atau 99,95% pagu anggaran sebesar Rp 621,265 miliar untuk 1.741 dari 1.742 desa.

Untuk tahap II-2020 Dana Desa yang telah direalisasikan mencapai 99,95% dari pagu Rp616,296 miliar atau sebanyak Rp615,955 miliar yang disalurkan ke 1.741 desa.

Untuk tahap III-2020 realisasi Dana Desa mencapai 99,93% atau Rp304,219 miliar dari pagu sebesar Rp304,422 miliar yang disalurkan ke 1.741 desa. (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 21 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: