Berita UtamaInforial

Penyandang Disabilitas Sesalkan Kebijakan KPU

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Para penyandang disabilitas di Manokwari menyesalkan kebijakan KPU Kabupaten Manokwari yang tidak mengakomodir mereka pada pelaksanaan pemungutan suara Pilkada serentak 2020.

Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Manokwari Anton Marani mengatakan, seharusnya pihak KPU memperhatikan hak-hak penyandang disabilitas dalam menyalurkan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam perhelatan politik tersebut.

“Kami tidak meminta untuk diprioritaskan, tetapi sebagai warga negara kami juga memiliki hak yang sama dengan warga yang lain. Sayangnya banyak dari kami yang tidak terdaftar di DPT,” ujarnya kepada Papua Barat News di Asrama PPDI Kabupaten Manokwari, Rabu (9/12/2020).

Anton menuturkan, dalam beberapa momentum Pilkada sebelumnya, pihaknya selalu mendapatkan TPS tersendiri sehingga lebih mudah dalam memberikan hak suara mereka. Akan tetapi pada perhelatan Pilkada tahun ini, mereka tidak mendapatkan fasilitas tersebut sehingga mereka kesulitan dalam menunaikan hak mereka tersebut.

“Kami kesulitan karena model TPS yang ada sangat tidak ramah dengan kami para penyandang disabilitas,” kata dia.

Dia menjelaskan, pada pagi hari sekitar pukul 07.30 WIT, beberapa anggotanya mendatangi TPS 026 yang ada di Kelurahan Sanggeng untuk memberikan haknya. Akan tetapi, kehadiran mereka ditolak oleh anggota KPPS setempat karena tidak memiliki surat C-Pemberitahuan. Alhasil, terjadi sedikit perdebatan yang kemudian diselesaikan oleh pihak Bawaslu Kabupaten Manokwari.

“Kami langsung hubungi Ketua Bawaslu Kabupaten karena kami memiliki KTP,” lanjut Anton.

Anton menyampaikan, dari hasil koordinasi tersebut, Bawaslu merekomendasikan kepada pihak penyelenggara di TPS untuk mengakomodir kepentingan para penyandang disabilitas. Mereka pun akhirnya bisa mencoblos setelah pukul 12.00 WIT sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Jadi beberapa anggota kami akhirnya bisa memberikan hak suaranya di TPS 026 setelah jam 12.00 siang,” tutur dia.

Sebelumnya, kata Anton, ada 14 orang penyandang disabilitas sudah ikut mencoblos di TPS 012 Kelurahan Sanggeng pada Pkl.07.00 WIT. Hak suara tersebut dapat digunakan karena mereka memiliki C-Pemberitahuan yang dibagikan oleh KPPS.

Dia berharap, ke depan KPU dapat mengakomodir kepentingan para penyandang disabilitas dalam menyalurkan hak pilih. Karena para penyandang disabilitas adalah warga negara Indonesia dan memiliki hak untuk terlibat dalam setiap proses pembangunan bangsa dan daerah.

“Yang membedakan kita hanyalah kondisi fisik,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Pemilihan Umum Akses Disabilitas (PPUAD) Papua Barat Maria Rose Lewuk mengatakan, jauh sebelum pelaksanaan pencoblosan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan KPU untuk memperhatikan hak-hak penyandang disabilitas dalam momentum Pilkada Manokwari. Akan tetapi hingga pelaksanaan pencoblosan, tidak ada tindakan lanjutan dari KPU terhadap perjuangan mereka tersebut.

“Kami juga sudah serahkan jumlah anggota kita kepada mereka. Kalaupun DPT yang ada tidak bisa dirubah, setidaknya kita diberikan kemudahan lain seperti C-Pemberitahuan ataupun bilik khusus yang ramah disabilitas,” kata dia. (PB25)

**Berita ini  Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Kamis 10 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.