Penyerapan APBD Rendah, Perekonomian Papua Barat Lesu

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Geliat perekonomian di Papua Barat selama tahun 2021 terbilang cukup lesu. Salah satu penyebab lesunya roda perekonomian tersebut adalah masih rendahnya penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

“Ekonomi masyarakat tidak berputar karena saat ini APBD kita belum terserap secara maksimal,” ujar Kepala Biro (Karo) Perekonomian Setda Provinsi Papua Barat Jefry Auparay kepada awak media di Manokwari, Kamis (19/8/2021).

Dia mengatakan, sejauh ini penyerapan APBD di hampir seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota masih belum mencapai 50 persen. Hal tersebut mengakibatkan aktivitas perekonomian menjadi lambat karena peredaran uang di masyarakat yang tidak banyak.

“Banyak uang yang masih belum dicairkan dari kas daerah. Karena banyak agenda pemerintah yang belum terlaksana akibat pandemi ini,” kata dia.

Mengatasi hal tersebut, pihaknya mengagendakan Rapat koordinasi teknis (Rakornis) dengan seluruh pemerintah daerah di Papua Barat. Rakornis dilakukan guna merumuskan ketetapan yang akan dibawa dalam Musrembang Provinsi. Sehingga masing-masing pemerintah daerah dapat mengawal pemanfaatan APBD di daerahnya.

“Kalau bisa berjalan hingga 70 atau 80 persen dalam 2 bulan ke depan maka kita yakin perputaran ekonomi bisa berangsur membaik,” lanjutnya.

Dia menuturkan, tidak hanya pemerintah penyerapan APBD di Kabupaten/Kota. APBD Provinsi Papua Barat pun hingga saat ini baru terserap sekitar 30 persen. Olehnya, Gubernur Papua Barat sudah memerintahkan kepada setiap pimpinan OPD agar dapat segera menjalankan program yang sudah direncanakan.

“DPA yang sudah dicanangkan bisa segera dijalankan sehingga perputaran uang bisa lebih cepat dan geliat ekonomi bisa berjalan normal,” ucapnya.

Dirinya juga menyarankan kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan uang yang dimiliki dengan berbelanja di pasar kios-kios kecil dan tradisional rakyat yang ada. Hal tersebut akan berdampak pada peredaran uang di kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Karena tentu saja bermuara pada perputaran uang yang lebih cepat,” pungkasnya. (PB25)

 

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 20 Agustus 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: