Berita Utama

Perayaan HUT PI di Mansel Dihadiri Ribuan Jemaat

MANSEL, papuabaratnews.co – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-166 Pekabaran Injil (PI) di Tanah Papua untuk wilayah Kabupaten Manokwari Selatan digelar di Pantai Syari, Distrik Ransiki, Jumat (5/2/2021).

Meskipun dalam situasi pandemi Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan secara ketat, tidak menyurutkan antusiasme ribuan jemaat dari enam distrik di daerah itu datang menghadiri perayaan tersebut.

Pantauan media ini, perayaan ibadah syukur diawali dengan atraksi drama yang mengisahkan sejarah masuknya Injil di Tanah Papua. Drama ini diperankan para remaja dan pemuda jemaat Syari, Distrik Ransiki.

Pdt Hans Wanma yang dipercayakan sebagai pengkhotbah mengisahkan tentang perjalanan para penginjil yang mengorbankan jiwa raga untuk memperkenalkan Injil pada masyarakat jaman lalu.

Menurut dia, para penginjil lokal jaman dahulu menunjukan semangat kemandirian yang luar bisa dalam mengabarkan Injil di Tanah Papua.

“Mereka menangkap ikan dan dijual untuk membeli kapal, yang akan mereka pakai untuk kegiatan mengabarkan Injil di seluruh penjuru Tanah Papua. Semangat kemandirian itulah yang seharusnya ditiru oleh jemaat Tuhan pada masa sekarang,” kata Wanma.

Dalam kotbahnya itu Pdt. Wanma juga mengingatkan hukum kasih yang menjadi fondasi kehidupan umat Nasrani sejak gereja awal.

“Mau agama apa saja, dari suku mana saja, rambut lurus rambut keriting, kulit putih kulit hitam, Injil jadi tonggak kehidupan, guna terciptanya cinta dan kasih,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Markus Waran mengatakan, berkat Tuhan selalu hadir meski dalam pandemi Covid-19.

“Kita harus yakin. Dengan iman sesulit apapun keadaan kita, harus yakini Tuhan Akan beserta kita sampai akhir jaman,” kata Waran.

Waran menerangkan, usai masuknya Injil di Tanah Papua 166 tahun silam, pekabaran Injil selalu berkembang ke seluruh pelosok di Tanah Papua.

“Ada catatan sejarah, ada kolaborasi denominasi gereja dalam pekabaran Injil di Tanah Papua. Jadi jangan ada denominasi gereja yang berpikir eksklusif terkait pekabaran Injil. Begitu juga dengan dalam pekerjaan di lingkungan Pemda Mansel, apapun denominasi gerejanya, apapun agamanya, kita bangun sinergisitas yang baik, guna membangun daerah,” jelas Waran.

Waran kemudian menghimbau, agar masyarakat turut berperan dalam membantu pembangunan daerah. Apalagi menurut Waran, di tengah pandemi ini pemerintah membutuhkan masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Jadi tingkatkan iman dan imun. Kita juga manusia biasa, jadi harus patuhi protokol kesehatan. Selain itu, harus tetap tingkatkan iman, terus berdoa kepada Tuhan agar kita selalu dilindungi dari setiap marah bahaya,” tukasnya. (PB24)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 8 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.