Berita UtamaInforial

Peremajaan Sawit Genjot Produktivitas

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Program peremajaan tanaman sawit milik rakyat yang sedang dilakukan oleh pemerintah, bertujuan untuk menggenjot produktivitas demi tercapainya kesejahteraan petani sawit itu sendiri.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat Yacob Fonataba mengatakan peremajaan yang dimaksud adalah mengganti tanaman sawit yang tidak produktif dengan tanaman baru.

Progres di wilayah setempat sudah sampai pada tahapan persemaian bibit, dan siap dipindahkan ke lokasi tanam.

“Lokasi sementara di Warmare luasnya sekitar 500 hektare,” kata dia saat dikonfirmasi awak media di Manokwari, Rabu (2/12/2020)

Dia menjelaskan peremajaan kelapa sawit memanfaatkan lahan yang sudah ada dan menjadi langkah perbaikan tata kelola sawit di tingkat perkebunan milik rakyat.

Hal ini sesuai dengan Intruksi Presiden (Inpres) No 8 Tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit, yang dikeluarkan 19 September 2019 lalu.

“Perlu dicatat ya, tidak ada pembukaan lahan baru untuk kelapa sawit. Jadi hanya peremajaan tanaman saja,” tegas Yacob.

Selama masa pandemi Covid-19, sambung dia, proses pembibitan yang dilakukan oleh petugas teknis di lapangan tetap berjalan normal. Sebab, jarak antara para petugas berkisar antara 1 sampai 2 meter. Selain itu, petugas juga terus mengenakan masker sesuai imbauan pemerintah.

“Tenaga juga tidak terlalu banyak, apalagi di lapangan terbuka,” ujar dia.

Terkait pemilihan bibit dalam proses persemaian, pihaknya selalu berkoordinasi dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) di Medan. Tujuan agar bibit yang dihasilkan sesuai dengan kualitas unggulan.

“Bibit kita semai sendiri tapi ditetapkan dari PTPN,” tutur Yacob.

Kepala Divisi Direktorat Jenderal Perbendaharaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit Deri Ridhanif menjelaskan permasalahan yang kerap melanda kebun sawit milik rakyat selama ini adalah rendahnya produktivitas akibat dari tidak dilakukan peremajaan tanaman sawit, kurangnya pendanaan, penggunaan benih dan bibit sawit yang ala kadarnya mengakibatkan potensi produksi kelapa sawit belum maksimal.

Untuk itu, pemerintah telah berkomitmen mendorong peningkatan produktivitas sawit milik rakyat dengan memanfaatkan dana replanting yang telah dihimpun oleh pihaknya.

Dia mengimbau agar petani sawit di Papua Barat mengikuti program Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), dengan tujuan agar meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan.

Dikutip dari katadata, selama tiga tahun program peremajaan sawit rakyat selalu di bawah target. Realisasi peremajaan kelapa sawit di Indonesia pada 2017 hanya mencapai 14,79 ribu ha (71%) dari target 20,78 ribu ha. Kemudian tahun 2018 hanya tercapai 33,8 ribu ha (18%) dari target 185 ribu ha. Untuk periode Januari-Oktober 2019, realisasi peremajaan sawit hanya mencapai 68,4 ribu ha (38%) dari target 180 ribu ha. Target tersebut telah direvisi dari sebelumnya 200 ribu ha. (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Kamis 3 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.