Berita Utama

Pergerakan Masyarakat Mempercepat Penularan Covid-19

MANOKWARI PB News – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Marten Rantetampang mengatakan aktivitas atau pergerakan manusia (masyarakat) masih menjadi faktor utama penyebaran Covid-19 di wilayah Indonesia termasuk Manokwari.

“Kita tidak bisa bantah. Selama masih ada pergerakan manusia maka tetap ada penyebaran,” ujarnya kepada Papua Barat News di Manokwari, Senin (4/1/2021).

Marten mengungkapkan, berdasarkan data laporan harian yang dikeluarkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Manokwari, hingga Minggu (3/1/2021), kasus konfirmasi Covid-19 di Manokwari sudah mencapai 1.699 orang. Hal ini menujukkan bahwa penularan dan penyebaran virus ini masih terus ada setiap hari.

“Jadi penyebarannya belum berhenti karena setiap hari selalu ada kasus baru,” kata dia.

Menurut dia, pergerakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas perekonomian tentu tidak dapat dibatasi secara frontal oleh pihak manapun. Akan tetapi, selama pergerakan itu tidak disertai dengan penerapan protokol kesehatan sebagaimana yang sudah dianjurkan pemerintah maka kasus penyebaran Covid-19 di Manokwari tidak akan pernah putus.

“Sulit untuk membatasi masyarakat untuk tidak keluar rumah. Tetapi kalau keluar rumah, kuncinya adalah tetap mematuhi 3M sesuai arahan,” tutur dia.

Marten menyampaikan, kepatuhan terhadap 3M yaitu memakai masker pada posisi yang benar, menjaga jarak dan mencuci tangan merupakan langkah paling efektif yang dapat dilakukan saat ini dalam upaya memutus penyebaran virus mematikan tersebut.

“Karena apabila kasus ini sudah masuk ke dalam rumah maka penyebarannya akan lebih cepat. Jadi yang harus diperhatikan adalah protokol pada saat keluar rumah,” lanjut Marten.

Dia menuturkan, upaya isolasi mandiri yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 merupakan salah satu langkah solutif untuk menghentikan laju penyebaran virus dimaksud. Akan tetapi, lanjut dia, penerapan protokol kesehatan terhadap pasien terkonfirmasi positif yang menjalankan isolasi mandiri tetap harus dijalankan.

“Interaksi dengan pasien terkonfirmasi positif dalam keluarga hendaknya tidak mengabaikan protokol kesehatan Covid-19 sehingga seluruh anggota keluarga tidak ikut tertular,” pungkasnya. (PB25)

[Berita ini telah terbit di harian Papua Barat News edisi Selasa 5 Januari 2021]

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.