Peringatan Hadiknas di Manokwari Diwarnai Kampanye Literasi

MANOKWARI, PB News – Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018 di Kabupaten Manokwari yang dilaksanakan di Lapangan Borarsi Manokwari, Selasa (2/5) diwarnai dengan kegiatan kampanye literasi. Kampanye literasi ini merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Manokwari, Unicef dan Pemerintah Australia.

Upacara Peringatan Hardiknas berlangsung dengan khidmat, diikuti oleh perwakilan sekolah berbagai jenjang pendidikan, guru dan sejumlah pegawai negeri dilingkup Pemerintah Kabupaten Manokwari.

Pantauan Koran ini, Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan bertindak  selaku Pembina upacara, dengan Inspektur Upacara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari Barnabas Dowansiba.

Sebagai amanatnya bupati membacakan sambutan Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia M. Nasir, yang banyak menyinggung  perkembangan perguruan tinggi di Indonesia. Ini tentu tidak sejalan dengan peran kabupaten yang hanya mengurusi pendidikan dasar.

Usai pelaksanaan upacara, juga dilakukan kampanye literasi budaya membaca kerjasama Pemerintah Australia (Aus Aid), Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari dan Unicef di 20 sekolah pinggiran yang ada di Manokwari. Orasi pendidikan juga dilakukan oleh sejumlah nama diantaranya Dekan Sastra Unipa Andreas Deda dan Barnabas Dowansiba, sebagai pemerhati pendidikan di Manokwari.

Dalam orasinya Barnabas mengajak peran orang tua dalam memunculkan minat baca pada anak serta untuk menguji kecerdasan anak.

“Orang tua berperan penting dalam penumbuhan literasi pada anak, dengan memberikan buku yang bermanfaat anak akan menjadi gemar membaca serta menumbuhkan daya imajinasi yang kuat. Orang tua bisa melihat kecerdasan anak dengan menanyakan, apa yang telah dibaca anak dari buku yang telah diberikan,” teriaknya dalam orasi tersebut.

Selain orang tua, pihak sekolah juga memiliki tanggung jawab menyediakan taman bacaan yang layak. Hal tersebut juga, kata Barnabas, telah diatur dalam pemanfaatan dana BOS, dimana 20 persennya digunakan untuk pembelanjaan buku bacaan.

“Pemanfaatran 20 persen untuk pembelian buku, belum maksimal di sekolah-sekolah. Terbukti dengan beberapa sekolah yang bahkan belum memiliki perpustakaannya sendiri,” tambahnya.

Bupati Manokwari juga menyempatkan diri melihat langsung pameran literasi yang digelar di Lapangan Borarsi, kemarin. Serta menandatangani komitmen bersama untuk menumbuhkan budaya literasi diatas kain putih sepanjang 30 meter. (PB8)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: