Berita Utama

Perlu Kerjasama Menangkap DPO Kasus Pembunuhan di Moskona

MANOKWARI – Kepolisian Daerah Papua Barat masih terus berupaya mengejar dan menangkap para pelaku penyerangan warga sipil yang mengerjakan proyek jalan Trans Papua Barat, ruas Bintuni-Maybrat, di Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bituni, Kamis (29/9/2022).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua Barat Kombes Pol Novia Jaya mengaku polisi memiliki keterbatasan dalam mengejar dan menangkap para pelaku. Menurutnya, diperlukan sinergitas antara masyarakat dan aparat untuk menangkap para pelaku.

“Kami butuh bantuan masyarakat untuk menangkap para pelaku,” ujar Novia di Markas Polda Papua Barat, Manokwari, Selasa (11/10/2022).

Novia mengaku, aparat gabungan mengalami kesulitan berhadapan dengan medan dan sejumlah faktor lainnya saat berada di TKP untuk mencari dan memburu para pelaku.

Dikatakan, polisi sudah mendistribusikan dan menyebarkan identitas para pelaku yang kini masuk dalam 12 DPO agar bisa melibatkan masyarakat.

“Kami berharap dalam upaya pencarian ini ada kerjasama antara petugas dan masyarakat, terutama masyarakat di wilayah sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.

Tak hanya itu, Novia mengaku, dalam melakukan pencarian dan upaya penangkapan aparat gabungan tetap melibatkan intelijen.

“Kami tetap mengedepankan langkah intelijen, agar bisa mendeteksi keberadaan para pelaku  penyerangan dan pembunuhan,” jelasnya.

Ia memastikan, para pelaku saat ini masih berada di wilayah Teluk Bintuni dan Maybrat. “Saat ini, kami masih melakukan pencarian dan kami optimistis dalam waktu dekat akan menangkap para pelaku,” katanya.

Sebelumnya, Polda Papua Barat telah menetapkan 12 orang pelaku penyerangan dan pembunuhan terhadap empat warga sipil pekerja proyek pembangunan jalan trans Papua Barat, rute Bintuni-Maybrat, dalam daftar pencarian orang atau DPO.

Adapun identitas 12 pelaku penyerangan dan pembunuhan itu adalah Martinus Aisnak, Frengky Muuk, Tom Aimaun, Manfret Fatem, Imanuel Aimau, Willy Sakof, Thomas Muuk, Marthen Aikingging, Mathias Aisasior, Barnabas Muuk, dan Sutiawan Orocomna.

“Bagi masyarakat Papua Barat yang mengenal atau mengetahui keberadaan 12 pelaku tersebut agar segera melapor ke pos polisi terdekat,” kata Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Adam Erwindi akhir pekan lalu. (PBN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.