Berita Utama

Perpustakaan Jadi Wahana Belajar dan Pacu Minat Baca

MANOKWARI, PB News – Di tengah masifnya perkembangan teknologi, membaca merupakan peranan penting dalam kehidupan sehari-hari bagi seluruh masyarakat khususnya kalangan pelajar agar wawasan berpikir bisa berkembang secara luas.  Pola membaca yang baik dan selektif memberikan sejumlah manfaat antara lain, kosakata bertambah, dan memori otak lebih berkualitas karena keterampilan berpikir serta menganalisa terus diasah.

Dengan demikian peran perpustakaan daerah menjadi sangat penting dalam meningkatkan minat baca tersebut.

Gubernur Provinsi Papua Barat Dominggus Mandacan, menjelaskan, kerjasama antara Dinas Perpustakaan Provinsi Papua Barat dengan pihak Coca Cola Foundation Indonesia melalui program PerpuSeru (program pengembangan perpustakaan) menjadi langkah strategi mentranformasikan perpustakaan sebagai wahana belajar dan kegiatan pengembangan kreativitas masyarakat berbasis teknologi informasi. Dengan tujuan, dapat memberikan dampak peningkatan minat baca serta kualitas hidup masyarakat di daerah setempat.

“Perpustakaan memiliki peranan penting meningkatkan minat baca warga masyarakat dalam program PerpuSeru,” ujar Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Otonomi Khusus (Otsus) Provinsi Papua Barat Roberth Rumbekwan mewakili Gubernur Dominggus Mandacan saat membuka kegiatan rapat kerja (Raker) stakholder Dinas Perpustakaan Daerah Provinsi Papua Barat, Selasa 24/4/2018).

Menurutnya, jumlah pengunjung perpustakaan sebanyak 30 orang dalam sehari menggambarkan adanya kesadaran masyarakat khususnya kaum pelajar dalam mengkonsumsi buku bacaan untuk menambah ilmu pengetahuan.

“Di Kabupaten Raja Ampat dan Sorong telah memulai lebih dahulu, dengan diberikannya bantuan sebanyak dua unit komputer dan juga aplikasi serta tim pendamping,” katanya.

Selain itu, dia menerangkan, fase pertama program PerpuSeru bermitra dengan 34 perpustakaan di 16 provinsi di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 28 perpustakaan kabupaten/kota, 1 perpustakaan provinsi, 3 perpustakaan desa/kelurahan, dan juga 2 Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
Pada fase program yang kedua program PerpuSeru memperluas area binaan ke 76 perpustakaan desa dan TBM di 19 perpustakaan kabupaten/kota yang telah menjadi mitra program PerpuSeru, dengan memberikan pendampingan kepada perpustakaan kabupaten/kota untuk melakukan pelatihan dan mentoring ke perpustakaan di tingkat desa terkait advokasi, bagaimana meningkatkan akses dan penggunaan layanan komputer dan internet oleh masyarakat, dan bagaimana memfasilitasi kebutuhan masyarakat melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat.

“Program ini harus dimanfaatkan dengan baik agar minat baca masyarakat dan pengunjung perpustakaan lebih di tingkatkan. Sehingga masyarakat lebih cerdas, mandiri serta berwawasan luas,” tuturnya.

Dia pun berharap, hadirnya perpustakaan bisa digunakan oleh masyarakat dengan aktivitas membaca buku-buku pengetahuan, karena sering membaca membantu memori otak tetap segar dan persoalan buat aksara perlahan bisa diatasi.

“Saya berharap kepada masyarakat di Papua Barat, terus membaca referensi buku apa saja. Sebagai upaya pemerintah mengurangi buta aksara di daerah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, program PerpuSeru adalah program pengembangan perpustakaan yang didukung oleh Coca-Cola Foundation Indonesia dan Bill & Melinda Gates Foundation, sejak November 2011. (PB14)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.