Berita UtamaInforial

Pesparawi Papua Barat Digelar Terpisah dari Papua

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Gubernur Papua Barat,  Dominggus Mandacan akhirnya menetapkan penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XII se Tanah Papua tingkat Papua Barat akan digelar 18-28 Februari 2021.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pesparawi XII ini akan dilaksanakan terpisah dari Provinsi Papua lantaran diperkirakan saat itu masih berada dalam masa pandemi Covid-19. Dengan keputusan ini maka seluruh tahapan pelaksanaan Pesparawi yang awalnya akan dilaksanakan di Kabupaten Timika,Papua, dibatalkan.

“Pesparawi kali ini akan dilaksanakan tanpa penonton, alias hanya dihadiri panitia dan dewan juri,” ujar Dominggus dalam rapat bersama panitia pelaksanaan Pesparani ke 13 Provinsi Papua Barat di kantor LPPD,  Manokwari, Rabu (30/9/2020).

Papua Barat juga akan berpartisipasi dalam Pesparawi Nasional di Yogyakarta, yang pelaksanaannya diundur dari 2021 ke pertengahan 2022.

Gubernur dalam kegiatan itu menyatakan dukungan Pemprov terhadap pelaksanaan ajang ini, termasuk membantu sesuai kemampuan daerah jika ada kekurangan dana. Gubernur juga mengingatkan agar panitia selalu berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Selain itu, Gubernur berharap kontingen Papua Barat nantinya bisa kembali mencetak prestasi gemilang sebagai juara umum di Pesparawi Nasional Yogya, seperti yang diperoleh dalam Pesparawi Nasional Kendari dan Pontianak.

“Waktu dua kali (juara umum) itu sekretariat belum sebagus ini. Sekarang sekretariat sudah bagus, tentunya prestasi juga harus tetap bagus,” ingat Gubernur.

Wakil Ketua I Panitia Pesparawi Provinsi Papua Barat, Robert K.R. Hammar menyatakan,

kebijakan pelaksanaan Pesparawi yang digelar terpisah dari Provinsi Papua sudah tepat. Menurutnya kebijakan melaksanakan Pesparawi terpisah dari Papua itu bertujuan memutus rantai penularan Covid-19.

“Memang Pesparawi kali ini harus dilaksanakan terpisah dari Papua,  karena berpotensi memunculkan klaster penularan baru Covid-19,” ujarnya.

Robert menyebutkan,  pelaksanaan Pesparawi akan dipusatkan di empat daerah yakni Manokwari, Sorong, Fakfak dan Kaimana.

Teknis ada lomba akan dilakukan dengan cara kunjungan ke empat daerah yang telah dipusatkan sehingga peserta dari Kabupaten di sekitarnya harus bergabung. Namun dia mengingatkan bahwa seluruh tahapan lomba dilaksanakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Pembukaan Pesparawi, kata dia, dilaksanakan pada 18 Februari 2021 dan penutupan di Kota Sorong pada 28 Februari 2021.

“Ada 13 mata lomba akan kita tandingkan, dan di sana akan muncul pemenang yang akan mewakili Papua Barat untuk ajang Pesparawi nasional di Yogyakarta tahun 2021 mendatang,” pungkasnya. (PB22)

**Artikel ini Sudah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 1 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.