Berita Utama

Polbangtan Manokwari Wisuda Puluhan Mahasiswa

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Meskipun di tengah masa pandemi Covid-19, puluhan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari  berhasil menyelesaikan studi. Hal ini ditandai dengan rapat senat terbuka dalam rangka wisuda sarjana terapan program diploma IV ke-3 tahun akademik 2020/2021, pada Kamis (26/8/21).

Direktur Polbangtan Manokwari drh Purwanta mengatakan, jumlah mahasiswa yang diwisuda ada 77 orang yaitu 53 orang dari program studi perkebunan dan 24 orang dari peternakan. Wisuda bukan hanya sekedar seremonial, namun dimaknai sebagai bentuk tanggung jawab lembaga pendidikan kepada para mahasiswa, keluarga dan pemerintah.

“Mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai lembaga pendidikan tinggi dengan sangat baik,” kata dia.

Polbangtan terus berbenah untuk mencapai sumber daya manusia berkualitas. Hasilnya, IPK lulusan tahun ketiga ini mengalami peningkatan dari sebelumnya (2019 sampai 2021). Untuk program studi penyuluhan pertanian, IPK lulusan meningkat selama tiga tahun berturut-turut yaitu 3,2 naik jadi 3,4 dan 3,5. Demikian juga untuk program studi penyuluhan peternakan dan kesehatan hewan.

“Mengalami peningkatan. Tahun 2019 IPK rata-rata mahasiswa itu 3,2 dan tahun 2021 naik menjadi 3,3,” jelas dia.

Tak hanya peningkatan IPK lulusan, jumlah mahasiswa baru Polbangtan juga terus bertambah dari tahun ke tahun. Sehingga, jumlah alumni pun terus bertambah. Pandemi yang terjadi selama dua tahun ini, tidak berdampak terhadap animo masyarakat.

“Jika dicermati, animo pendaftar di Polbangtan Manokwari dalam tiga tahun terakhir relatif stabil,” tutur Purwanta.

Namun, ketepatan menyelesesaikan program studi perlu diperbaiki ke depannya. Contoh, hanya ada 52 dari 68 mahasiswa program studi penyuluhan pertanian angkatan 2017 yang dapat menyelesaikan studi tepat waktu (76,5 persen). Kemudian, hanya 21 dari 36 mahasiswa program studi penyuluhan peternakan dan kesejahteraan hewan angkatan 2017 yang wisuda tepat waktu (58,3 persen).

“Ini tentu cukup memprihatinkan baik peternakan maupun penyuluhan pertanian, hal ini tentu banyak kendala baik kasus-kasus DO, cuti kuliah karena baik itu sifatnya akademik maupun non-akademik,” tegas Purwanta.

Keterlambatan dalam menuntaskan program studi, menjadi pekerjaan rumah yang memerlukan perhatian serius oleh pihak lembaga pendidikan. Sehingga, mampu mencapai rata-rata ideal penyelesaian studi dengan persentase melebihi 90.

“Mengingat pendidikan kita ini kan pendidikan paket, idealnya di atas 90 persen, bisa tetap studi empat tahun,” terang Purwanta.

Petani milenial

Kementrian Pertanian melalui Badan Penyuluh Pertanian (BPP) SDM Pertanian menargetkan dalam kurun waktu dua periode kepemimpinan Presiden Jokowi, program penumbuhan 2,5 juta petani milenial harus tercapai.

Pendidikan tinggi seperti Polbangtan Manokwari menjadi pabrik untuk mencetak petani milenial tersebut.

Purwanta berharap, alumni Polbangtan yang telah dibekali jiwa agrosociopreneur melalui berbagai kegiatan kewirausahaan seperti PWMP dan soft skill, dapat berkontribusi terhadap program penumbuhan 2,5 juta petani milenial di Indonesia.

“Dapat mewujudkan kualifikasi job creator di samping juga kualifikasi sebagai job seeker,” jelas dia.

Program petani milenial, menjadi salah satu langkah agar terjadi regenerasi di bidang pertanian baik dari sisi aparatur pertanian maupun pelaku utama dalam hal ini petani itu sendiri. (PB15)

**Berita ini diterbitkan di Harian Papua Barat News edisi Jumat 27 Agustus 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.