Polda Ingatkan Paslon Pilkada tidak Berkonvoi

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat kembali mengingatkan agar para pasangan calon (Paslon) beserta simpatisannya, tidak melakukan konvoi berlebihan dalam merayakan kemenangan.

Sebab, hasil rekapitulasi suara secara resmi belum dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di sembilan kabupaten.

“Mari kita sama-sama tunggu hasil resmi dari KPU,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat AKBP Adam Erwindi kepada sejumlah awak media di Manokwari, Jumat (11/12/2020).

Selain itu, sambung dia, penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan untuk memilih calon kepala daerah diharapkan tidak menciptakan klaster baru penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). Dan, upaya menekan penyebaran virus korona masih terus dilakukan oleh pemerintah baik pusat maupun di daerah.

“Kenapa dilarang, karena konvoi menyebabkan kerumunan orang banyak,” kata dia.

Adam memastikan tindakan pembubaran akan diterapkan Kepolisian jika para pendukung masing-masing pasangan calon tetap melaksanakan konvoi, seperti yang terjadi Kabupaten Teluk Bintuni.

“Kalau ketahuan, kita segera menggembosi,” ucap Kabid Humas.

Dia lalu mengajak para kontestan Pilkada dapat mengikuti mekanisme yang telah ditentukan apabila ingin menyalurkan protes terhadap proses pemilihan suara. Hal ini bertujuan agar dapat menjaga situasi dan keamanan daerah di masa pandemi usai Pilkada.

“Silakan ikuti aturan yang diatur Bawaslu melalui Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu),” tegas Adam.

Dia juga mengapresiasi pelaksanaan pencoblosan suara pada 9 Desember 2020 berjalan aman, tertib dan tetap mematuhi aturan protokol kesehatan. Meskipun, di sejumlah tempat pemungutan suara sempat terjadi protes akibat banyak warga tidak memperoleh undangan pencoblosan.

“Tidak ada hal-hal menonjol yang mengganggu kamtibmas saat proses pencoblosan itu,” ujar pungkas dia.

Sebelumnya, Bawaslu Provinsi Papua Barat mengimbau kepada pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada 2020 di sembilan kabupaten, tidak gegabah merayakan kemenangan sebelum ada keputusan hasil resmi dari KPU masing-masing kabupaten.

“Jangan menilai dan berspekulasi tentang hasil Pilkada, sebelum rampung. Jangan berkonvoi atau euforia kemenangan,” kata Koordinator Divisi Hukum Data dan Informasi Bawaslu Papua Barat Muhammad Nazil Hilmi.

Ia melanjutkan pemantauan terhadap pesta demokrasi pemilihan kepala daerah terus dilakukan. Sesuai laporan pengawas di lapangan, pemungutan suara di Papua Barat berjalan dengan aman, tertib dan menerapkan protokol kesehatan.

“Protokol kesehatan dilaksanakan secara tertib di TPS. Warga atau pemilih sangat sadar,” katanya.

Meski demikian, pihaknya menerima ada beberapa laporan dari masyarakat tentang banyaknya warga tidak menerima surat undangan, praktik politik uang dan dugaan undangan disalahgunakan.

Laporan-laporan tersebut harus terlebih dahulu diklarifikasi. Apabila mememenuhi syarat formal dan materiil, maka Tim Gakumdu akan mengambil tindakan. (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 14 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: